Cara ke Singapura dari Tanjungpinang dengan Biaya Hemat- Part 2 -Tamat

Berfoto di bola dunia ini wajib bagi wisatawan ke Singapura
Hai hai…udah baca kan part 1 tentang Cara ke Singapura dariTanjungpinang dengan Biaya Hemat ? maaf ya agak lama sambungannya, karena kesibukan lain. Baiklah bagi yang sudah menunggu sambungannya dan penasaran seberapa hemat perjalanan saya 2 hari 1 malam ke Singapura, berikut lanjutannya.

Sebelumnya kami kan dari Bugis dan mau ke tempat penginapan atau hostel kami, Foot Prints Hostel di Little India. Untuk menuju ke sini kami harus naik MRT jalur biru. Dekat banget sebenarnya karena dari stasiun MRT Bugis langsung ke MRT Rochord. Namun kami malah turun di stasiun Little India.

Kami berpatokan pada alamat hostel yang berada di Little India dan berpikir stasiun MRT kami juga di sana, ternyata bukan. Stasiun terdekat adalah di Rochord. Awalnya kami mencoba jalan kaki dari pintu keluar MRT Little India sebab di peta yang ada pintu keluar stasiun lokasi hotel kami hanya 2 blok, namun karena sudah capek saya memutuskan naik taksi. Ternyata memang dekat sekitar 5 menit sampai di hostel dan kami membayar taksi sebesar 4 dollar Singapura.
Hostel kami di Little India, dekat MRT Rochord
Hostel kami ini terletak di kawasan yang strategis. Persis di pinggir jalan Perak Road Little India. Di kiri kanan ada tempat makan halal, minimarket dan hostel hostel lainnya. Kami langsung masuk dan melapor di konter check in.

Petugasnya seorang anak muda yang berbahasa Inggris Singapura. Saya menyerahkan bukti bookingan via traveloka. Ia meminta passport kami dan mencatatnya dan meminta deposit sebesar 20 dollar Singapura.

Kemudian ia memberikan kartu berisi pin akses ke kamar yang berada di lantai atas, kunci kamar, sandi wifi dan seprei dan sarung bantal bersih. Ya, hostel ini menerapkan self service sesuai dengan harganya. Jadi hostel ini hanya cocok untuk traveler mandiri bukan yang manja apalagi sok kaya eh.

Untuk menuju ke kamar kami harus menekan 4 angka pin di dekat pintu. Lalu naik ke tangga dan bertemu lorong ke kamar kami yang ternyata dekat banget dari tangga. Kamar mandi khusus perempuan persis di depan kamar kami.

Saat membuka pintu, ternyata sudah ada tamu lain yang menginap. Yang bisa dilihat tempat tidur yang sudah berisi barang pribadi. Ada 5 tempat tidur yang berisi. Namun orangnya tidak ada hanya satu orang yang sedang bersiap untuk pergi.

Kami dapat tempat tidur di atas. Ada fasilitas colokan dan rak kecil untuk menaruh barang pribadi. Selain itu juga ada loker dekat pintu masuk. Ada AC dan kipas angin. Setelah istirahat sebentar kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Oh ya, hostel ini mempunyai tipe kamar berbeda beda. Ada yang dorm campuran, jadi laki –laki dan perempuan berada dalam satu dorm, ada yang dorm khusus perempuan seperti yang kami ambil, ada dorm family dan ini biasanya untuk keluarga yang membawa anak kecil, karena di singapura ada peraturan anak-anak tidak boleh berada satu ruangan tidur dengan orang yang bukan anggota keluarganya.

Lobinya kecil terdiri dari satu set tempat duduk dan tv layar besar. Ada berbagai brosur tentang wisata Singapura. Di sebelahnya adalah pantry untuk sarapan dengan sejumlah tempat duduk, perlengkapan makan, masak dan kulkas.

Tujuan kami selanjutnya adalah Merlion, Marina Bay Sands dan Garden By The Bay. Sebelum pergi kami mengambil peta tempat wisata Singapura dan menanyakan dimana stasiun MRT Rochord – karena tadi kami naik taksi dari stasiun MRT Little India.

Petugas hotel dalam bahasa Singlish menyebutkan jika cukup berjalan kaki lurus melewati dua blok toko. Kami mengikuti petunjuknya dan ternyata memang benar, sangat dekat sekitar 5 menit. Untuk turun ke bawah ada tangga, namun kami memilih ikut calon penumpang lain yang menaiki lift.

MRT Rochord adalah jalur biru, sementara kami harus menuju stasiun MRT  Rafles Place yang merupakan jalur hijau. Jadi kami harus ke stasiun MRT Bugis dan turun kemudian pindah jalur naik MRT jalur hijau ke MRT Rafles Place.

Anda bingung ? awalnya mungkin. Tapi akan terbiasa. Kuncinya cukup lihat stasiun tujuan dan lihat warna jalurnya. Jangan takut karena semua jalur MRT itu terhubung satu sama lain.
Singapore River yang bersih banget
Sesampai di stasiun Rafles Place kami keluar dan mencari Fullerton Hotel. Karena di petunjuk yang saya baca, Merlion Park berada di seberang hotel ini. Keluar stasiun kami bertemu taman dan banyak pengunjung berfoto di sana.
Rafles Place
Awalnya kami sempat bingung mau lurus, belok kiri atau kanan. Akhirnya kami ikut jalan lurus menyeberangi jalan yang banyak orang menuju ke sana. Ternyata itu adalah Singapore River Walk dengan pedestrian atau tempat berjalan kaki di pinggirnya.


River Cruise
Sungai ini tidak berair jernih dan bening tapi sangat bersih alias tidak ada sampah serta ada perahu wisata atau river cruise yang membawa wisatawan hilir mudik. Di pinggir sungai ini juga terdapat diaroma patung, seperti anak anak yang hendak melompat ke sungai, petani yang gerobak sapinya serta patung patung manusia lainnya. Intinya menceritakan tentang perjalanan negara itu.

Hotel Furleton sendiri berdiri megah di ujung dekat jembatan yang menghubungkan juga ke sebuah taman. Tapi kami tidak menyeberang ke sana karena mau ke Merlion Park. Gedung gedung tinggi dann view di sekitar sungai ini juga sangat bagus dijadikan tempat foto.
Depan furleton hotel menuju Merlion Park
Tinggal menyeberang dari depan Furleton Hotel ke Merlion Park



Menyeberang jalan dari Hotel Furleton kami sampai di Merlion Park. Mengingat hari libur panjang, patung singa itu dipadati oleh pengunjung. Rata-rata adalah wisatawan Indonesia, meski ada juga dari Thailand, Vietnam, China dll.


Rame bangeet di sini
Perlu kesabaran untuk berfoto di ikon negara singa ini. Karena semua ingin mendapatkan spot yang bagus sehingga kadang saat kita berfoto ada yang ikut terlihat di kamera. Dari Merlion Park ini terlihat menjulang Marina Bay Sands yang juga menjadi latar belakang foto yang keren.

Usai berfoto di sini, kami menyeberang ke kawasan Esplanade atau pusat seni dan pertunjukan. Mencapainya kami harus melewati jembatan dengan taman bunga bougenvile di kiri kanan. Kami tidak masuk ke dalam gedung, hanya duduk di bangku tembok dengan pemandangan lepas ke arah Merlion Park dan Marina Bay Sands.
Pedestrian di kawasan Esplanade menuju Helix Bridge
Usai beristirahat kami melanjutkan perjalanan menyusuri pedestrian menuju Marina Bay Sands. Untuk mencapainya kami harus melewati jembatan spektakuler The Helix Bridge. Jembatan ini keren banget apalagi jika malam hari terlihat lampu lampu warna warni.
Helix Bridge yang keren
Menuju jembatan ini kami tidak tergesa-gesa dan berjalan santai bahkan saya beberapa kali berhenti karena kecapekan hehehe. Di ujung jembatan ada yang berjualan es krim 1 dollar, tapi kami tidak membeli karena antri. Kami terus menyusuri jembatan dan menikmati view kece ke arah Merlion Park dan Esplanade.


Saking kerennya jembatan ini menjadi tempat foto prewed bagi warga dan wisatawan yang memang sengaja datang ke sana. Namun yang menarik bagi saya yang melintas jembatan ini didominasi wisatawan asing. Beda dengan Merlion Park yang bahasa yang terdengar rata rata bahasa Indonesia.

Di ujung jembatan langsung menuju Mall Marina Bay Sands, komplek mall, hotel dan casino. Selain itu juga ada Art Science Museum yang berbentuk setangkai bunga lotus.  Dari bangunan keren yang menjadi tujuan banyak wisatawan ini, kami naik ke lantai paling atas mall Marina Bay Sands untuk melihat view Garden By The Bay dan Singapore Flyer. Di sini ternyata ada juga yang melakukan foto prewed.

Namun kami tidak bisa foto ala ala, karena hanya menggunakan kamera hp. Karena untuk menangkap view yang keren kami harus menggunakan kamera DSLR. Di balkon lantai paling atas ini kita bisa memandang ke sekelilingnya dengan leluasa dari ketinggian. Tapi sepertinya hanya sedikit orang yang tahu tempat ini. Soalnya kondisi di atas ini beda dengan di bawah apalagi di Merlion Park.
Balkon Marina Bay Sands Mall
Kami mengelilingi balkon ini dan ternyata tempat ini sering dijadikan sarana olahraga jalan santai bahkan piknik kecil kecilan warga dan buruh migrant. Terlihat sejumlah orang yang selesai berolahraga duduk duduk dan ada yang piknik sambil makan pizza.
View dari balkon Marina Bay Sands
Kami turun dari balkon sebelah kanan dan menuju dalam mall. Mall ini unik karena ada sungai kecil di dalamnya serta ada perahu ala venice. Kami tidak naik dan hanya memotret. Hiasan natal makin membuat mall ini makin keren selain toko toko branded yang bikin keder dompet mengingat harganya tentu jutaan rupiah.
Suasana dalam Marina Bay Sands Mall

Kami hanya mampir di sejumlah toko terkenal untuk bisa melihat dan merasakan tekstur barang asli desainer ternama. Karena selama ini cuma lihat barang KW hehehe. Ada banyak konter yang sale dan diskon akhir tahun, tapi harganya tetap bikin tutup dompet hahaha. Pokoknya tujuan ke Singapura hanya jalan jalan bukan untuk shopping yang tidak sesuai dengan gaya hidup.


Di dalam mall ini ada restoran dan foof court. Rata rata semua tempat penuh pengunjung bahkan ada yang antri untuk mendapatkan tempat duduk. Kami keluar mall dan berjalan di di belakangnya. Kece banget di sini karena bersih dan disediakan tempat tempat duduk yang besar bahkan kita bisa berbaring meluruskan pinggang seperti yang kami lakukan.

Oh ya, jika berkeliling di mall ini bahkan di semua tempat Singapura, sebaiknya selalu bawa air mineral. Setidaknya 1 botol. Saya memang membawanya namun karena sering minum apalagi dari pagi sehingga kami harus membelinya dengan harga 1,6 dollar singapura untuk ukuran 650 ml.

Dari Mall Marina Bay Sands ini rencananya kami mau ke Garden By The Bay. Namun ada miss persepsi antara saya dengan eka tentang apa yang hendak dilihat. Saya ingin melihat lampu lampu cantik di Garden By The Bay, Eka berpikir lampu lampu itu adalah pertunjukan Wonder Light and Water Show.
Water and Light Show. Gratis
Mengingat kami tidak tahu jadwal pertunjukan itu, sementara dari kejauhan lampu dari Garden by The Bay belum nyala meski sudah jam hampir jam tujuh malam, akhirnya kami menghabiskan waktu di taman depan mall itu sambil menunggu pertunjukan yang entah kapan.

Kami ikut bergabung dengan wisatawan yang berbaris duduk rapi di pelataran kayu yang memang disediakan untuk menonton pertunjukan. Banyak wisatawan yang membawa makanan kecil sambil menunggu pertunjukan. Dan kembali di sini sangat sedikit wisatawan Indonesia. Karena dari bahasa yang digunakan didominasi wisatawan asing.

Pukul 8 malam pertunjukan Wonder Light and Water Show dimulai. Dari bagian atas gedung ditembakan cahaya laser warna warni diiiring berbagai musik serta air yang menari mengikuti music. Bahkan cahaya laser aneka warna membentuk sejumlah bentuk seperti bunga.

Pokoknya keren banget ini pertunjukannya dan tidak rugi menunggu lama lama di sini. Apalagi pertunjukan ini GRATIS !. Bisa dikatakan hampir semua pengunjung mengabadikannya. Salutnya pengunjung sangat tertib. 

Usai pertunjukan sekitar 15 menit itu, kami memutuskan pulang karena sudah sangat capek. Rencana ke Garden By The Bay batal, tapi kami hanya melihar dari balkon mall guna mengobati rasa penasaran pada lampu lampunya. Perut lapar dan kaki pegal membuat kami melangkah mencari stasiun MRT. Dari papan petunjuk di dalam mall, kami menuju stasiun MRT Bayfront.


View malam hari ke arah Singapore Flyer dan Garden By The Bay
Ramainya pengunjung sempat membuat bingung. Tapi kami tetap ikuti setiap papan petunjuk atau bertanya ke penjaga toko dan sampai di pintu masuk stasiun. Kereen banget negara ini, setiap pusat keramaian atau tujuan wisata selalu terhubung dengan stasiun MRT.

Kami menaiki MRT jalur biru menuju stasiun MRT Rochord dan tak lama sampai di tujuan. Perut lapar membuat kami singgah di sebuah restoran India. Berbagai makanan di jual di sana dari khas india hingga masakan umum. Eka memesan prata dan saya memesan nasi goreng pataya. Porsinya ternyata banyak banget. Bahkan bisa dimakan untuk dua orang. Total harga makanan ini sekitar 7 dollar dan air putihnya gratis.

Usai makan sekitar jam 9.30 kami kembali ke hostel yang di depan mata. Masuk ke kamar ternyata tidak ada penghuni. Usai mandi air hangat, ngecass hp sambil update foto kami pun tidur sekitar pukul 12 malam.

Pagi hari kami baru melihat penghuni kamar sedang tidur. Ada 3 orang warga india atau Pakistan. Yang jelas pakaiannya baju tradisional kedua negara ini. Kemudian satu orang bule dan satu orang turis negro. Usai mandi kami turun untuk sarapan pagi sekalian membawa tas karena langsung check out.

Ternyata kami harus membawa turun sprei dan sarung bantal yang disediakan serta mengembalikannya ke resepsionis. Di pantry sudah terisi penuh dengan mereka yang sarapan. Ada warga Indonesia, korea, Malaysia dan bule.

Sarapan di sini juga self service. Sarapannya roti bakar dengan aneka selai, sereal dan susu segar. Setiap tamu harus mencuci sendiri piring dan gelas usai makan. Namun ada juga yang membiarkannya. Mungkin mereka tidak bisa membaca pengumuman yang ditempel di dinding.

Tujuan kami di hari kedua atau hari terakhir adalah : Little India, Botanic Garden, Sentosa Island, Arab Street dan Bugis Junction untuk mencari oleh oleh.

Tujuan kami ke Little India untuk mencari spot spot foto yang instagramble. Bangunan warna warni meriah adalah tujuan kami. Tidak sulit mencarinya karena dengan bertanya ke pemilik toko kami menemukan bangunan yang seperti sering kami lihat di Instagram.
Bangunan warna warni di Little India
Yang menarik di Singapura ini adalah warganya sangat kooperatif dengan wisatawan. Saat kami berfoto di bangunan warna warni dan merupakan tempat melintas warga, mereka rela menunggu kami. Bahkan tak jarang kami mempersilahkan mereka tetap lewat. Bahkan ada yang menawarkan untuk memotret kami berdua.


Dari Little India, kami naik MRT ke Botanic Garden. Keluar stasiun langsung bertemu pintu masuknya. Kembali deh salut dengan negara ini. Akses kemana mana bagi wisatawan gampang banget. Kami menyusuri taman di jantung kota Singapurai in. Taman ini dipenuhi sekitar 60 ribu jenis tanaman. Ada sejumlah kolam, kafe dan tentu saja tempat pedestrian yang nyaman bagi warga yang berolahraga jogging atau jalan santai di dalamnya.

Kami tak menyusuri semua lokasi di taman ini karena ini hari terakhir di Singapura, jadi kami harus bisa mencapai semua target lokasi wisata yang ingin kami tuju hari ini. Selanjutnya dari dari stasiun MRT Botanic Garden kami naik MRT jalur kuning menuju Harbour Front.
Botanic Garden yang asri untuk olahraga dan santai
Oh ya, di stasiun MRT Botanic Garden ini saya kehilangan kartu Ez Link. Semua akibat keteledoran saya menyimpannya di saku vest atau rompi. Biasanya saya menaruh di dalam tas. Jadi saat hendak keluar dan harus men-tap kartu di pintu keluar, saya kebingungan. Akhirnya petugas keamana menyuruh memeriksa dengan santai dan tidak panik. Katanya banya wisatawan yang mengalaminya dan yang mencari dengan santai pasti akan ketemu karena biasanya menyelip di tas atau kantong celana. Tapi saya bongkar semua tidak ketemu. Akhirnya saya membeli kartu EZ Link baru di konter passenger service.

Dari stasiun MRT Botanic Garden ke Harbour Front Lumayan jauh ada 9 stasiun yang kami lewati, tapi tetap cepat donk karena menggunakan MRT. Harbourt Front sendiri adalah pelabuhan laut yang terhubung langsung ke Vivo City Mall. Bagi wisatawan yang menggunakan kapal dari Batam akan turun dari pelabuhan ini, khususnya yang dari pelabuhan Batam Centre, Sekupang dan Harbour Bay.
Tiket naik Sentosa Express
Masuk Vivo City luar biasa banyak pengunjung khususnya wisatawan. Di sini wisatawan didominasi warga Indonesia. Untuk menuju Sentosa Island, kami harus naik ke lantai 3 tempat Sentosa Express Monorail. Sebelumnya kami menyempatkan juga berfoto di ornament natal yang berada di bagian luar.
Ornamen Natal di Vivo City
Untuk menaiki Sentosa Express ini bisa menggunakan kartu EZ Link yang akan dipotong saldo 4 dollar Singapura. Tapi karena menghemat saldo, kami membeli tiket dengan harga yang sama. Mengingat hari libur panjang, untuk masuk ke dalam monorail harus berdesakan. Luar biasa animo wisatawan menuju Pulau Sentosa.
Sentosa Express
Tujuan kami ke Sentosa Island adalah berfoto di bola dunia yang terkenal itu seperti yang dilakukan wisatawan lainnya.  Untuk ke bola dunia ini kami harus turun di Waterfront Station.  Bola Dunia Universal Studios Singapore adalah lambang utama tempat hiburan keren itu. 


Berebutan foto di sini
Untuk berfoto di sini juga perlu kerjasama antara yang difoto dan yang memoto. Karena pengunjung lain juga berebut untuk berfoto. Sehingga dalam layar kamera akan ada orang lain yang ikut nampang. Tapi berkat kerjasama kami berdua, kami bisa mendapatkan foto tanpa ada wajah orang lain di dalamnya hehehe.

Kami berjalan jalan sebentar di sebuah toko permen dan coklat dan kemudian kembali naik monorail menuju Siloso Beach. Untuk menuju pantai ini kami harus turun di Beach Station. Kami harus berjalan beberapa meter menuju pantai. Namun kami tidak berlama lama karena cuaca sangat panas apalagi viewnya standar saja.


Dengan menaiki monorail kami kembali ke Vivo City untuk makan siang di food court di lantai bawah. Agak kesulitan mencari makan karena di sini rata rata fast food. Tapi akhirnya kami menemukan restoran aneka mie Encik Tan. Kami memesan mie rebus yang mirip mie lender namun kuahnya kari. Seger banget makan makanan hangat ini. Saya menyantapnya sampai habis, namun Eka tidak karena ia kurang suka aroma kari hehehe. Harga yang harus kami bayar untuk makanan dan minuman ini sekitar 9 dollar lebih.
Mie rebut di Encik Tan
Perut kenyang dan tenaga kembali full kami melanjutkan perjalanan menuju Arab Street. Karena lokasinya dekat Bugis kami harus naik MRT jalur biru menuju Bugis. Kami memilih pintu keluar sesuai petunjuk dan di luar bertemu seorang petugas yang menanyakan kami hendak kemana. Ketika mendengar jawaban kami, ia meminta kami mengikutinya.


Kami berjalan diantara gedung dan meseum dan taman yang cantik kemudian keluar di pinggir jalan raya. Kata petugas itu, Arab Street adalah di seberang jalan itu. Kami menyeberang dan menyusuri jalan dengan bangunan khas tersebut. Yang pertama kali kami temukan adalah jalan Bali Lane dengan butik butik dan toko ala Bali.
kawasan Haji Lane
Di lorong berikutnya jalan Haji Lane. Di sini banyak terdapat butik hasil desainer lokal. Bangunannya juga instaragmable. Kami menyempatkan berfoto ala ala di sini. Selanjutnya menyusuri jalan menuju Mesjid Sultan. Namun kami tidak masuk ke dalam hanya berfoto di jalan yang mempunyai view langsung ke mesjid dengan kubah berwarna emas itu.

Mesjid Sultan dari kejauhan
Saat akan kembali ke Bugis Street, hujan turun dan untungnya kami membawa payung lipat. Namun awalnya kami agak bingung menuju jalan kembali. Mau menyetop taksi tidak bisa sembarangan apalagi bus yang punya rute tersendiri. Akhirnya kami bertemu jalan tempat menyeberang pertama dan mengikuti pejalan kaki yang ramai menuju sebuah jalan. Ternyata di papan petunjuk jalan itu menuju kawasan Bugis.

Tujuan kami adalah tempat oleh oleh atau Bugis Village. Di sini tokonya kecil kecil dan seperti di pasar lokal di banyak daerah. Namun bedanya rapi dan dipantau CCTV. Di sini pengunjung yang didominasi wisatawan sangat ramai dan berdesakan. Kami tidak masuk terlalu jauh. Tujuan hanya membeli oleh oleh seperti baju kaos, gantungan kunci atau tempelan kulkas.

Harga oleh oleh di sini sangat miring. Seperti baju kaos dengan berbagai gambar tentang Singapura dijual 4 lembar seharga 10 dollar. Ada juga yang 3 lembar 10 dollar sesuai kwalitas. Gantungan kunci 24 buah 10 dollar. Saya hanya membeli kaos untuk anak dan suami.

Hari sudah sore dan kami harus menuju MRT Tanah Merah untuk selanjutnya ke Pelabuhan Ferry Tanah Merah. Awalnya kami hendak kembali ke stasiun tempat kami keluar saat baru datang, namun ternyata  pintu stasiun MRT Bugis ada yang berada di dekat Capita Mall di seberang Bugis Village. Tinggal turun dan kami langsung naik MRT jalur hijau menuju MRT Tanah Merah.

Ada tujuh stasiun yang harus dilewati untuk sampai di MRT Tanah Merah. Agak deg degan juga takut ketinggalan kapal karena kami harus check in pukul 4 seharusnya. Namun kami sampai di MRT Stasiun MRT Tanah merah pukul 4 kurang lima belas menit. Sementara kami harus menunggu bus nomor 35 menuju terminal Ferry Tanah Merah. Sempat mau naik taksi namun ternyata busnya datang.

Kami hampir setengah lima sampai di terminal ferry tanah merah dan langsung lapor di konter Majestic dan membayar seaport tax sebesar 7 dollar singapura per orang. Ternyata masih bisa check in meski petugas mengingatkan lain kali agar datang lebih awal. Antrian penumpang di loket cap passport tidak terlalu ramai. Namun ketika giliran saya lagi lagi disuruh untuk scan jempol ulang. Tapi entah kenapa tidak jadi, mungkin karena waktunya sudah mepet hehehe.

Di ruang tunggu, penumpang sudah lumayan ramai. Tapi kapal kami ternyata telat sekitar 30 menit dari jadwal jam 5 ternyata kami naik kapal pukul 5.30.

Alhamdulillah cuaca cerah dan kami sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura sekitar pukul 19.30 malam. Meski capek dan perut lapar tapi saya senang karena bisa “menaklukan “ Singapura tanpa bantuan travel atau ikut paket tour.

Setidaknya meski belum semua tempat yang kami incar bisa kami datangi, tapi mengunjungi banyak tempat selama dua hari dengan biaya kurang lebih Rp 2 juta adalah kebahagiaan sendiri.
Berikut rinciannya yang sudah saya rupiahkan dengan kurs 10 ribu.
Tiket kapal Majestic PP dan booking fee             : Rp 440 ribu
Seaport Tax Tanjungpinang                                   : Rp   35 ribu
Seaport Singapura                                                    : Rp    70 ribu
Kartu EZ Link dan top up saldo                            : Rp  200 ribu
Sewa hostel 1 malam                                                : Rp  175 ribu
Sewa taksi                                                                   : Rp   40 ribu
Makan minum 2 hari 1 malam                               : Rp 250 ribu
Tiket masuk Sentosa Island                                    : Rp   40 ribu
Beli oleh oleh                                                              : Rp 200 ribu
Total                                                                         : Rp 1.450.000,-

Tapi saya menyebutnya kurang lebih Rp 2 juta karena di Tanjungpinang saat akan berangkat juga beli sejumlah barang, seperti payung lipat, tas sandang dan makanan. Intinya cuma modal kurang lebih Rp 2 juta, sudah bisa puas jalan-jalan di Singapura selama 2 hari 1 malam.

Anda ingin mencoba ? Berikut intenerary yang simple atau kesimpulan dari perjalanan di atas.
Day 1 :
Jam 7 atau 7.30 WIB : Naik kapal paling pagi dari Tanjungpinang, jam 7 dengan Sindo Ferry atau 7.30 dengan Majestic.
10 .00 waktu Singapura :  Sampai di Pelabuhan Ferry Tanah Merah Singapura 
11 : Menuju MRT Tanah Merah
11.30 : Menuju Bugis, keliling Capita Mall dan Makan Siang
13.00 : Menuju hostel untuk check in
15. 00 : Menuju Merlion Park, Marina Bay Sands sampai malam
20. 00 : Kembali ke hostel dan makan malam
Day 2 :
Jam 09.00 : Menuju Little India mencari spot foto instagramble
10.00 : Menuju Botanic Garden
11.00 : Menuju Vivo City Mall untuk menyeberang ke Sentosa Island dan Siloso Beach
13. 00 : Kembali ke Vivo City Mall untuk makan siang
14.00 : Arab Street dan Haji Lane untuk spot foto instagramable
15.00 : ke Bugis Street mencari oleh oleh untuk dibawa pulang
16. 00 : kembali ke MRT Tanah merah untuk menuju pelabuhan ferry tanah merah.

Semoga bermanfaat. Ayo rencanakan liburan Anda dengan murah meriah dan puas tanpa terburu buru waktu.










Komentar

  1. Saya waktu ke Merlion agak bingung tuh, Mbak. Kirain setelah keluar dari stasiun MRT Rafles langsung keliatan Merlion, ternyata nggak. Harus jalan lagi dengan patokan gedung Standard Chattered. Terus lewatin jembatan apa gitu lupa namanya, patung berbentuk anak-anak main di sungai, sampai Victoria Hall. Baru deh nemu Merlion =D

    BalasHapus
  2. Nice share nih mba soalnya kebetulan mau ke sg juga maret besok. Jd dapat gambaran akan seperti apa nanti

    BalasHapus
  3. Waah...biayanya bisa kurang dari 2 juta...nikmat banget travelling hemat gituu, Uni...
    Bakal balik lagi kayanya yaa, Un...

    Masih banyak yang belum dijelajahi kah?

    BalasHapus
  4. wah belum pernah ke SG
    tapi murah banget bisa hanya segitu ya?

    BalasHapus
  5. iiiih, aku udah lama banget pingin ke singapur lewat batam lah uni. apalagi sekarang udah ada penerbangan langsung dari banda aceh ke batam. terus nyebrang pake ferry.

    BalasHapus
  6. Wuih mantep jalan-jalannya, Uni, memang seru deh bisa keliling Singapur, jadi pengen ke sana lagi. Pasti banyak perubahan setelah 7 tahun. Tapi kalau dari Bandung biaya-nya kurang dari 2 juta jugakah? Hehehehe ...

    BalasHapus
  7. Sebagai orang yang pernah tinggal di Riau, saya hanya tahu jika mau ke Singapura, ya harus ke Batam dulu terus naik feri habis itu ya turun di Harbour Bay. Ternyata ada alternatif juga yah. Makasih atas infonya. Jujur, aku selama ke Singapura, prestasi terbaikku hanyalah foto di NTU, NUS sama Merlion. Iya, waktu itu aku memang punya mimpi berkuliah di NTU namun apa daya, gagal di seleksi masuknya karena nilai Fisika ga komplit. Sempat ngajuin appeal, namun sayang, tetap tidak diterima. Disitu, saya sempat menangis ketika gagal seleksi itu. Tapi, entah kenapa sekarang malah justru bersyukur setelah lihat nasib seorang teman yang kuliah di NUS.

    Kangen nih ke Singapura sama Batam, terakhir ke sana pas tahun baru 2017.

    BalasHapus
  8. di noted dulu nih agenda murah liburan ke SGnya. Jadi, harus ke tanjung pinang dulu baru deh dilanjutkan dengan naik kapal ke pelabuhan di daerah singapura. Tetapi, apakah tidak ditanyakan visa atau pasport mba disana? apa disana bebas masuk orang orangnya? lumayan juga sih menurut saya kurang dari 2 jutaan bisa keliling singapura.

    BalasHapus
  9. Banyak ya foto-fotonya, semua dikelilingin nih. Singapore nggak pernah membosankan ya mbak wkwkw...

    BalasHapus
  10. Wuih mantabb mba, suka, itinerarynya keren dan efisien! Siaap mau coba ahh kapan2

    BalasHapus
  11. Banyak sekali tempat yang bagusnya ya...
    Untuk bisa mendatangi semua tempat itu, dengan biaya 2 juta, lumayan juga.
    Satu lagi yang saya suka selain kebersihannya, di Singapura ada peraturan anak-anak tidak boleh berada satu ruangan tidur dengan orang yang bukan anggota keluarganya. Perhatian sekali dengan keamanannya ya...

    BalasHapus
  12. itulah bedanya dwngan kita indonesia. Sungai airnya jernih taoi sampah jangan tanya berpa banyaknya. Di negara orang air sungainya keruh tapi karena bersih dari sampah, jadi bisa di manfaatkan sbgai wahana wisata.

    BalasHapus
  13. Banyak yg bilang kalau mau ke Singapura atau Malaysia..lewat Riau itu jauh lebih murah. Benar ga sih??

    BalasHapus
  14. wah noted mba.. ternyata bisa sehemat itu ya travelling ke Singapura hehe.. perjalanannya juga seru, mau aku jadiin referensi untuk nanti kalo aku bisa travelling ke sana deh mba ��

    BalasHapus
  15. Singapura adalah salah sakira menarikk..
    Banyak juga yah tempat menariknyaaa.
    Aku sendiri enak tertarik ke sink karena mahal..
    Kali di sana keren baneet yahh bersihhh. Enggak kaya di tanah airr

    BalasHapus

  16. Salut dengan Singapur ya mbak, negara kecil yang kaya destinasi wisata dan makmur karena itu. Seharusnya Indonesia bisa lebih baik dari negara tetangga ini. Ada baiknya kita mengikuti sistem tata kota dan pengelolaan wisata di sana

    BalasHapus
  17. Wih... saya belum pernah nyoba nih dari tanjung pinang. Ntar mau coba akh. Siapa tahu bisa menemukan rasa baru. Singapura negaranya kecil tapi ngga cukup juga ngabisin satu dua hari buat jalan. Banyak banget yang harus dikunjungi. Seru abis sih ya. Selamat jalan jalan daj eksplorasi

    BalasHapus
  18. Wah...

    Kemaren pas di SG cuma satu malam dua hari..aku kelamaan belanja gak sempet main ke patung singa. Heuheue.. Pengen tapi panas banget sampe kepala puyeng

    BalasHapus
  19. Wah..

    Kemaren aku ke sana kelamaan belanja jadi gak sempet ke patung singa. Kayanya kl mau sepi rada pagian enak deh mbak. Kemaren juga aku pagian enak. Kelewat dikit kaya pasar

    BalasHapus
  20. Di Singapura ini banyak spot yang menarik ya. Tiap sudut rasanya pengen berhenti buat foto-foto. Aku sebenarnya benci-benci rindu sih buat ke sini lagi haha.

    BalasHapus
  21. widih,, sungai nya bersih,,,
    Andai di tengah kota kita juga ada sungai bersih ya.. :D

    BalasHapus
  22. kalau aku masih bisa lebih murah lagi tuh, jangan taksi tapi taksi online terus kalau mau ke USS untuk apa bayar 4 SGD, mending jalan kaki dari bawah lalu baliknya cobain monorail gratis. Karena kalau kita jalan pemandangan kece untuk foto terutama background pelabuhan. Kalau takut capek tenang ada ekslator kaya di bandara.

    BalasHapus
  23. Ternyata masih bny bgt tempat di sin yg belum dikunjungi, hehe... smg next trip bisa kesana

    BalasHapus
  24. Sayua suka tinggal di hostel-hosetl kayak gitu. Lebih terasa familiar, serasa berada di rumah. Kita bisa memasak di dapur, mencuci piring sendiri, dan ngobrol dengan teman sekamar yang baru dikenal.

    BalasHapus
  25. Kalau ditotal untuk biaya tiket ferry sekalian tax jadi 545rb ya Uni. Itu beli di counter ferry atau di Money Changer? Kami di Batam selalu beli di Money Changer karena lebih murah, udah sama pajak 275rb naik Majestic, hehe..


    BalasHapus
  26. wah ini dia solusi hemat sebagai rangkaian dari wisata hemat yang aku cari cari

    keren banget deh ... jadi punya rekomendasi untuk ke singapura dari tanjung pinang

    BalasHapus
  27. Aku belum pernah kesana tapi budgetnya murah juga yaaa

    BalasHapus
  28. Aku belum pernah ke singapura, padahal ada sodara disana. Tapi belum pernah he he kapan kapan kalo kesana lagi ajak ajak dong he he

    BalasHapus
  29. Duuhh ak blm semoet ke haji lane nih setiap kesana. Iya mba swtuju banget klo ke singapore gak perlu takit nyasar krn MRTnya terhubung. Jd ya tinggal naik tutun MRT aja klo sekiranya nyasar. Hehehe

    BalasHapus
  30. makin keren aja ya wisata di singapur. dulu saya ke sana belum banyak macem2nya :D

    BalasHapus
  31. keren ya, dengan budget segitu bisa dapat wisata macem-macem, jadi pengen ke singapura :D

    BalasHapus
  32. Eh kalau aku ga salah tangkap, jadi kamar hotelnya itu, 1 kamar banyak tempat tidur gitu ya Mbak? Kalau gitu nggak risihkah klo bareng2 gitu? He he. Soalnya aku yg tipe kikuk gitu klo ktmu org baru.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Mohon maaf komentar terpaksa dimoderasi karena akhir-akhir ini banyak Spam.Terimakasih sudah berkunjung