Cara Mencapai dan Berkeliling Pulau Bintan


Pulau Bintan adalah salah satu dari ratusan pulau di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan adalah pulau terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat dua pusat pemerintahan, yakni Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Kabupaten Bintan.

Provinsi Kepulauan Riau sendiri terbentuk pada tahun 2002, sehingga otomatis berpisah dengan provinsi induk, Provinsi Riau. Ibukota Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri adalah Kota Tanjungpinang. 

Pulau Bintan adalah pulau tropis yang berbatasan dengan negara Malaysia dan Singapura, memanjang dari Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan.

Cara Mencapai Pulau Bintan 
Untuk mencapai Pulau Bintan bisa melalui dua jalur, laut dan udara. Untuk jalur laut bisa dicapai dengan kapal cepat dan kapal besar, seperti kapal Pelni yang merupakan milik pemerintah Indonesia. Sedangkan untuk jalur udara bisa melalui pesawat terbang di Pelabuhan Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang.

Pelabuhan laut di Pulau Bintan ada di lima tempat :

1. Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang.
Di sini ada pelabuhan domestik dan internasional. Pelabuhan domestik untuk penumpang antar pulau, seperti Tanjungpinang - Batam dan pulau pulau lainnya, seperti Lingga, Natuna dan Karimun.

Sedangkan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura untuk penumpang tujuan luar negeri seperti Tanjungpinang - Singapura dan Tanjungpinang - Malaysia. Pelabuhan Sri Bintan Pura ini berlokasi strategis karena berada di pusat kota. Ketika penumpang turun kapal dan keluar pelabuhan dengan berjalan kaki, langsung sampai ke pusat kota. 

2. Pelabuhan Sri Bayintan Kijang.
Pelabuhan ini berlokasi di Kabupaten Bintan, tepatnya di Kecamatan Bintan Timur atau sekitar 30 kilometer dari Kota Tanjungpinang. Pelabuhan ini biasanya untuk Kapal Pelni yang membawa penumpang dari sejumlah provinsi di Indonesia. Selain itu di sini juga terdapat pelabuhan untuk kapal barang.

3. Pelabuhan Lobam
Pelabuhan Lobam ini adalah pelabuhan internasional yang bisa membawa penumpang tujuan Singapura - Lobam dan sebaliknya. Lokasinya di Kecamatan Lobam, Kabupaten Bintan. Jaraknya sekitar 94 kilometer dari Kota Tanjungpinang. 

4. Pelabuhan Bandar Bintan Telani.
Pelabuhan internasional ini berada di dalam kawasan Bintan Resort, Lagoi. Jadi pelabuhan ini khusus untuk wisatawan yang menyeberang dari Singapura yang hendak berwisata ke kawasan pariwisata Lagoi. 

5. Pelabuhan Bintan Lagoon. 
Pelabuhan ini berada di kawasan Bintan Lagoon Resort, kawasan pariwisata Lagoi. Pelabuhan ini juga khususnya untuk wisatawan dari Singapura yang hendak langsung masuk berwisata ke Bintan Lagoon Resort.

Sedangkan untuk jalur udara, Pulau Bintan bisa dicapai melalui pelabuhan udara atau bandar udara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Lokasinya sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang.

Bandara RHF sementara ini hanya melayani tujuan Tanjungpinang - Jakarta dan sebaliknya, kemudian Tanjungpinang- Natuna. Ada tiga penerbangan setiap harinya dari tiga maskapai untuk tujuan Tanjungpinang – Jakarta dan sebaliknya.

Sejak beberapa waktu ini, ada program kerjasama Pemerintah Provinsi Kepri mendatangkan wisatawan mancanagera dari Tiongkok melalui penerbangan khusus. Tercatat sudah dua kali turis Tiongkok masuk melalui Bandara RHF untuk berkunjung ke Pulau Bintan.

Angkutan Dalam Pulau Bintan
Dalam Pulau Bintan, ada tiga kota besar, yakni Kota Tanjungpinang, Kijang, Tanjunguban. Jika Anda hanya berkunjung ke Kota Tanjungpinang, angkutan yang murah adalah angkot atau orang lokal sini biasa menyebut "transport". Transport ini berwarna putih dan tidak mempunya rute seperti di kota lain. Jadi cukup berdiri di tepi jalan, maka sopir transport akan berhenti dan anda menyebutkan daerah tujuan. Jika sopir itu akan melewati daerah tujuan anda, ia akan mengangguk dan menyuruh naik. Jika tidak ia akan terus pergi.

Untuk tarif transport terdiri dari dua macam.Jarak 0 km-6 km tarifnya 6 ribu rupiah sedangkan untuk jarak 0 km-12 km Rp 8 ribu- 10 ribu rupiah. Biasanya transport ini hanya melewati jalan-jalan utama dan sangat jarang melewati jalan-jalan kecil. 

Angkutan umum lainnya adalah taksi. Taksi sendiri terdiri dari taksi plat kuning atau memang resmi punya izin dari pemerintah. Tapi taksinya tidak menerapkan argo meter, namun cenderung kepada harga yang disepakati antara sopir dan calon penumpang. Tapi tetap ada tarif standar, misalkan dari Bandara RHF ke pusat Kota Tanjungpinang rata-rata dikenakan tarif Rp 120 ribu. 


Sedangkan taksi lain adalah taksi plat hitam. Biasanya ini dikelola oleh perorangan. Mobilnya rata-rataberjenis SUV dan bisa memuat banyak penumpang. Biasanya taksi plat hitam ini mangkal di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Meskipun tidak ada izin pemerintah tapi keberadaan taksi ini tetap diakui dan banyak digunakan oleh tamu dari luar. Tarifnya untuk dalam Kota Tanjungpinang maksimal Rp 120 ribu. Sedangkan untuk keluar Tanjungpinang, seperti ke Lagoi tarifnya Rp 500 ribu - 600 ribu untuk satu hari. Tarif ini sudah termasuk sopir dan bahan bakar minyak (BBM). 

Selain itu ada ojek. Ojek ini masih konvensional atau belum online. Biasanya mangkal di Pelabuhan Sri Bintan Pura, depan mall atau sejumlah persimpangan. Tarifnya juga berdasarkan kesepakatan. Saat ini sudah ada yang merintis ojek online berbasis aplikasi, tapi sepertinya masih sedikit peminat.

Selain menggunakan angkutan umum, Anda bisa menyewa kendaraan jika hendak berkeliling di Kota Tanjungpinang atau ke Bintan. Anda bisa menyewa sepeda motor dengan tarif Rp 60 ribu per hari. Atau mobil dengan tarif Rp 250 ribu -350 ribu perhari tanpa sopir dan BBM.

Sedangkan jika anda hendak berkunjung ke kota kota lain di Pulau Bintan, seperti Kijang dan Tanjunguban, anda bisa mencapainya dari Kota Tanjungpinang melalui jalan darat. 

Cara Mencapai Kijang 
Kota Kijang adalah ibukota Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Jaraknya sekitar 30 kilometer arah timur Pulau Bintan. Kota ini dulunya adalah kota tambang yang mana pernah berjaya pada zamannya yakni PT.Aneka Tambang (Antam).

Dari Kota Tanjungpinang, mencapai kota ini bisa dengan taksi dengan tarif sekitar 25 ribu per orang. Bisa juga dengan taksi plat hitam dengan tarif Rp 100 ribu untuk satu mobil sekali jalan. Sedangkan transport belum ada rutenya ke kota ini. Di dalam Kota Kijang sendiri angkutan umumnya adalah ojek.

Cara Mencapai Tanjunguban
Tanjunguban adalah ibukota Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan Utara. Tanjunguban adalah kota di tepi laut juga sama halnya dengan Kijang. Jika dari Kota Tanjungpinang mencapai Tanjunguban bisa menggunakan angkutan umum DAMRI atau travel minibus. Untuk DAMRI bisa naik di Terminal Sungai Carang Bintan Centre. 

Sedangkan travel minibus di depan stasiun pengisian bahan bakar km 10. Tarifnya berkisar Rp 25 ribu -30 ribu per orang dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. Untuk luar daerah, Tanjunguban bisa dicapai dari Kota Batam menggunakan kapal cepat berjarak sekitar 30 menit dengan tarif Rp 40 ribu. Sedangkan dari Singapura, Tanjungpinang bisa dicapai melalui Pelabuhan Lobam. Dari pelabuhan ini dilanjutkan dengan naik ojek sekitar 30 menit ke pusat Kota Tanjunguban. Anda juga bisa menggunakan jasa rental mobil. Sementara angkutan umum lainnya tidak ada di dalam kota ini.

Bagaimana dengan Lagoi ? 
Lagoi sendiri bukanlah kota. Daerah ini adalah bagian dari Kecamatan Sebong Lagoi, Kabupaten Bintan. Kawasan Pariwisata Lagoi adalah kawasan khusus hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Singapura yang dikelola oleh Bintan Resort Cakrawala (BRC) 

Di dalam kawasan Lagoi terdapat sejumlah resort mewah yang menjadi tujuan turis dari mancanegara. Untuk mencapai kawasan wisata Lagoi bisa dengan beberapa cara : 

1. Dari Kota Tanjungpinang menggunakan mobil sewa dengan biaya Rp 500 ribu - 600 ribu sehari, termasuk untuk sopir dan BBM. Perjalanan dari Kota Tanjungpinang ke Lagoi sekitar 1 jam.

2. Dari Tanjunguban dengan menggunakan mobil sewaan sekitar Rp 300 ribu - 400 ribu sehari. Perjalanan sekitar 30 menit.

3. Langsung menuju Pelabuhan Bandar Bintan Telani jika Anda berasal dari Singapura. Atau bisa juga langsung ke Pelabuhan Bintan Lagoon Resort.

Jadi untuk mencapai kawasan wisata Lagoi, tidak ada angkutan umum. Harus menyewa kendaraan atau kendaraan pribadi bagi masyarakat lokal.Mengapa harus menyewa kendaraan ? karena kawasan wisata Lagoi sangat luas dan untuk mencapai antara satu resort ke resort lainnya tidak bisa dengan berjalan kaki. Jika anda turis mencanegara biasanya transportasi bisa disediakan pihak hotel dengan tambahan biaya.




Komentar

  1. Waah tulisan ini bagus banget buat jadi panduan yang mau liburan ke Bintan, uni...

    BalasHapus
  2. Nice info Uni.... public transport memang harus dibanyaki ni di Bintan biar wisatanya ramah di kantong...

    BalasHapus
  3. Pengennya sih ada bus umum tiap hari. Paling nggak dua kali sehari. Pasti makin banyak yang berkunjung!

    BalasHapus
  4. kasih nomor kontak sewa mobil donk bu dewan biar infonya makin lengkap

    BalasHapus
  5. wahh.. ulasannya tentang pulau bintan sangat lemngkap.. jadi pengen main ke sana nihh.. salam kenal dari Kota Malang.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal jg mas...ayo main ke sini

      Hapus
  6. Wah asyik banget nich infonya lengkap. Jadi kalau mau ke pulau bintan ke bantu bangetttt. Semoga bisa kesana aahhh

    BalasHapus
  7. Wah keren ya
    Pernah denger dari temen Tanjung Pinang yang satu kelas tentang lagoi
    Tapi masih belum pernah kesana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes..lagoi itu di pulau bintan ..cuma 1 jam dari kota tanjungpinang

      Hapus
  8. Dulu aku ngga tau loh kalau Tanjung Pinang itu di Pulau Bintan, atau dibalik Pulau Bintan itu adalah pulaunya kota tanjung pinang. Taunya cuman Kepulauan Riau aja :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..pulau bintan itu pulau terbesar di provinsi kepri yang mana ibukota tanjungpinang

      Hapus
  9. mantab nih uni informasinya, akan saya bookmark ya. Siapa tau sangat dibutuhkan kalau pas tugas ke tanjung pinang. Belum pernah ke Kepri khususnya pulau bintan.. tapi harapannya tahun depan bisa kesana lah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga sampe ke sini ya..jangan lupa colek colek sy hehehe

      Hapus
  10. Bintam itu salah satu kota yang ingin banget saya kunjungi, makasih infonya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo ke sini kang ale...ada resort lagoi yang keren bingit

      Hapus
  11. Banyak juga pelabuhannya kagum pasti masyarakat di riau pasti sejahtera

    BalasHapus
  12. Informasinya sangat lengkap, dari penjelasan tempat, transportasi dan biaya-biayanya. Semoga saya berkesempatan berkunjunh ke Pulau Bintan yang indah!

    BalasHapus
  13. Informatif sangat. hha. Ada beberapa gambaran di kepala saya untuk backacking ke wilayah Singapura dan Malaysia. Sepertinya melalui jalur Kepri cukup menantang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyess...dekat banget klu mau travelling ke singapura dan malaysia dari sini

      Hapus
  14. wah si mba orang riau kah, saya juga punya temen tuh orang kepulauan riau dia bekerja disana. yang letaknya di batam sih. dia juga seorang blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia..saya domisili di kepulauan riau..siapa temannya mas ? mungkin teman sy juga..karena kami ada komunitas blogger kepri

      Hapus
  15. Request Mbak, aku request nanti ada pembahasan tentang pulau-pulaunya ya mbak. Karna contohnya di atas ada nama tanjung uban heheeee....itu lucu lho tanjung ubananan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mba..ada sy kasi link di bawah tentang salah satu pulau kece..white sand islan

      Hapus
  16. Tulisan yg berisi panduan berkunjung ke pulau bintan. Mungkin sekedar saran, alangkah makin lebih lengkap dan menarik hati untuk berkunjung ke pulau bintan, andai dilengkapi dengan data2 perihal destinasi wisata yg ada di bintan berikut keindahan2 yg ditawarkan, misalnya pantai pasir putih atau senja ditepi pantai

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada di tulisan lain...lupa dimasukan di link bawahnya..tp nanti akan sy lengkapi lagi

      Hapus
  17. Belum pernah ke Bintan apa lagi ke Kijang.. tapi udah sering kirim barang ke Lagoi hihi

    Maklum kerjaan Logistik

    BalasHapus
  18. Temoatnya kece banget.., bikin ngiler pengen jalan2 kalo liat begini...
    Kurang piknik ..hahahha

    BalasHapus
  19. Indah ya..jadi pengen ke sana suatu saat nanti..salam

    BalasHapus
  20. Ternyata banyak hal asik yang bisa ditelusuri di Tanjung Pinang. Cuma sayangnya, belum ada transportasi umum ya. Semoga suatu hari nanti sudah ada, biar lebih memudahkan :D

    BalasHapus
  21. Ternyata banyak hal asik yang bisa ditelusuri di Tanjung Pinang. Cuma sayangnya, belum ada transportasi umum ya. Semoga suatu hari nanti sudah ada, biar lebih memudahkan :D

    BalasHapus
  22. Pulau bintan ada di Tanjung Pinang ya. Baru tau saya kak. Hem,, kok masalah tarif mahalan plat item ya? 100 Ribu untuk sekali jalan. Sedangkan untuk yang perorangan cuman 25 ribu sangat pas tuh yang taksi biasa di bandingkan berplat hitam.

    BalasHapus
  23. Wah, informatif sekali, Mbak. Saya suka lupa membedakan Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Gimana cara yg jitu untuk mengingatnya, ya? Biar gak ketuker-tuker, hihihi..

    BalasHapus
  24. Baca tulisan ini jadi keinget temen yang dulu pindah ke Bintang dan sekarang lost contact. Dy dulu sering banget cerita tentang keindahan bintan yang selalu sukses buat saya kepengen maen kesana.

    BalasHapus
  25. Lagoi itu keren ya.. Wujud kerjasama antar negara yg rukun

    BalasHapus
  26. Sukanbanget sm tulisannya, aku merasakan aura kota dengan banyak pelabuhan dan bnyak transportasi laut. Ini sesuatu yg agak jarang buatku yg tumbuh di pedesaan. Terimakasih ceritanya, semoga bisa menjelajah bibyan suatu hari nanti.

    BalasHapus
  27. Dulu pernah main ke bintan dan kaget karena di sana pakai istilah batu ya untuk km.. dan pantainya suka... mau main lagi ke sana.. nanti soalnya waktu itu belum sempat main le Lagoi.. simpan info ini ah biar di sana lebih gampang nanti

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Mohon maaf komentar terpaksa dimoderasi karena akhir-akhir ini banyak Spam.Terimakasih sudah berkunjung