Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tetap Bahagia dan Keuangan Stabil Pasca Lebaran



Lebaran idul fitri adalah moment yang ditunggu oleh banyak orang khususnya yang muslim. Karena setelah sebulan berpuasa, saatnya berlebaran, berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Bagi yang merantau moment lebaran adalah paling tepat untuk pulang kampung bertemu orang tua, keluarga dan dan saudara.

Bahkan ada orang yang menjadikan pulang kampung atau mudik sebagai rutinitas wajib setiap tahun. Banyak faktor yang bisa menjadi alasan, seperti hanya bisa libur lama saat lebaran karena tempat bekerja juga meliburkan operasional selama lebaran. Kemudian bisa juga lokasi kampung halaman yang dekat atau bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dalam waktu beberapa jam. Selain itu bisa karena alasan hanya pada saat lebaran bisa bertemu keluarga dan sanak saudara yang selama ini berpencar di berbagai daerah.



Moment lebaran dan mudik adalah sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan dan selalu terkait. Sehingga efeknya lebaran dan mudik mau tak mau tidak terlepas dari biaya. Untungnya bagi  yang bekerja di suatu tempat akan mendapatkan tunjangan hari raya atau THR yang bisa digunakan untuk biaya mudik dan selama di kampung.

Sementara bagi yang tidak punya penghasilan tetap atau wirawasta harus bisa menabung dan menyisihkan uang setiap hari supaya saat lebaran mudik ke kampung halaman, atau bisa merayakan lebaran dengan penuh gembira dengan keluarga.

Kondisi di atas menunjukan jika lebaran dan mudik akan identik dengan masalah keuangan. Pengaturan keuangan saat lebaran harus pintar supaya hati tetap bahagia dan keuangan stabil pasca lebaran. Mengapa ? karena banyak terjadi ketika menyambut lebaran dan mudik, orang akan melakukan berbagai cara, seperti berhutang, menggadai, menjual barang, hingga menguras tabungan. Bahkan THR pun bisa tidak mencukupi karena cara atau life style mereka merayakan lebaran sangat berlebihan.

Saya pribadi sejak menikah 17 tahun lalu hanya mewajibkan pulang kampung tiap 2 atau 3 tahun . Hal ini saya lakukan mengingat kebutuhan keluarga semakin besar dan jika keinginan mudik dituruti setiap tahun, alhasil tabungan setahun bisa habis untuk mudik selama 10 hari. Maklum kampung saya dengan tempat saya merantau lumayan jauh, harus menaiki kapal dan dilanjutkan dengan pesawat. Bisa dibayangkan biaya transportasi untuk keluarga kecil kami yang berjumlah tiga orang.

Memang saat lebaran, sebagai saya yang bekerja sebagai karyawan swasta dan suami yang ASN mendapatkan THR. Namun saya lebih memanfaatkannya untuk hal yang jauh lebih berfaedah daripada mengikuti gaya hidup dengan sebuah pencitraan.

Jika mudik, biasanya THR itu dialokasikan 50 persen untuk biaya transportasi pulang pergi, transportasi selama di kampung seperti jalan-jalan dan wara wiri ke berbagai tempat dengan keluarga. Sisanya diperuntukan untuk biaya konsumsi selama di kampung dan berbagi THR kepada keluarga dan sanak saudara.

Saya mengusahakan THR itu bisa mencukupi biaya pulang kampung. Jikapun harus menambah dengan tabungan, saya upayakan itu adalah dana yang memang sejak awal diniatkan untuk biaya mudik.

Jika tidak mudik, saya berlebaran sewajarnya. Bahkan karena saya karyawan swasta yang libur lebaran hanya pada saat tanggal merah, saya merasa tidak perlu heboh menyambut lebaran. Toh setelah dua hari lebaran akan masuk kerja kembali. Saya juga enggan mengambil cuti saat lebaran karena jatah cuti saya lebih dipentingkan untuk liburan di waktu-waktu tertentu atau acara keluarga.

Untuk kue lebaran diorder secukupnya, yang penting jika ada tamu ke rumah ada yang disuguhkan. Begitu juga dengan lauk pauk saat hari lebaran. Biasanya saya hanya memasak rendang dan opor ayam secukupnya.

Jika tidak mudik, THR saya dan suami sangat cukup sebab biaya tidak terlalu besar. Kadang malah ada sedikit sisa yang bisa dimasukan dalam tabungan atau investasi seperti membeli emas. Prinsip saya, lebaran itu adalah hari bahagia yang harus tetap bahagia ketika lebaran itu berlalu. Jangan sampai lebaran berlalu, suasana hati kacau karena sibuk memikirkan hutang yang harus dibayar. Intinya pasca lebaran keuangan harus tetap stabil begitu juga dengan kesehatan.

Btw, apakah Anda mudik lebaran tahun ini ? Jika iya, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran serta keselamatan sampai di kampung halaman. Namun supaya mudik tetap tenang dan nyaman, sebaiknya dipersiapkan juga proteksinya.



Selama perjalanan tentu akan ada resiko yang dihadapi. Nah, sebaiknya diproteksi dengan asuransi kesehatan supaya jika terjadi sesuatu, sudah ada asuransi yang mengcover semuanya. Misalnya saat sakit dalam perjalanan, tentu bisa bisa dimanfaatkan asuransi kesehatan yang dimiliki.

Begitu juga dengan asuransi jiwa yang juga perlu dipersiapkan saat mudik. Karena suasana mudik khususnya lewat darat yang ramai rentan dengan masalah kecelakaan yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa siapa saja.

Asuransi jiwa sangat penting dan berperan di sini, sebab bisa menjadi manfaat bagi anggota keluarga lainnya jika terjadi sesuatu pada kepala keluarga khususnya.

Kabar bagusnya, tahun ini ada erkah melimpah di hari kemenangan atau lebaran ini supaya mudik semakin aman dan nyaman! Ya, FWD Insurance memberikan perlindungan untuk setiap anggota keluarga dengan diskon hingga 50% dari periode 25 - 30 April 2022.

Diskon ini berlaku  untuk setiap pembelian kepesertaan premi tahun pertama produk Asuransi Bebas Handal, FWD CancerProtection, Bebas Rencana & Bebas Aksi. Jangan lupa masukan kode promo FWDLEBARAN ya.

 

 

1 komentar untuk "Tetap Bahagia dan Keuangan Stabil Pasca Lebaran"

  1. Samaaa, dulu saat tinggal beda pulau dengan orangtua/mertua saya pun mudik 2 tahun sekali. Kini karena tinggal ada ortu saja, sudah menetap di Jakarta dan sudah ada tol Trans Jawa jadi lebih mudah akses mudiknya, bisa tiap tahun mudik.
    Setuju ..selama perjalanan tentu akan ada resiko yang dihadapi, maka proteksi asuransi penting sekali

    BalasHapus