Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Anak Tetap Pintar Meski Belajar Mandiri di Rumah

Pipi semangat mengikuti kelas belajar virtual.

Pandemi Covid-19 telah mengubah semua sendi kehidupan di dunia. Semua terdampak bahkan ada yang berubah 180 derajat. Salah satunya adalah sistem pendidikan dan pembelajaran yang harus pindah dari sekolah ke rumah.

Bayangkan, berpuluh tahun lalu mungkin tidak ada yang akan membayangkan belajar mandiri jarak jauh dari rumah begini. Memang ada homeschooling,tapi itu jauh berbeda alias bukan pendidikan formal di sekolah. Akibat pandemi ini pendidikan formal  harus “dipaksa” pindah ke rumah guna melindungi anak-anak dari penularan Covid-19 ini.

Memberikan sesekali reward untuk Pipi yang sudah rajin belajar

Sebagai orang tua saya mendukung pemerintah belajar di rumah dengan tujuan melindungi anak-anak dari penyebaran Covid-19. Tapi saya tidak munafik sih awalnya kaget dan perlu penyesuaian untuk beberapa lama supaya terbiasa mengatur waktu dan rileks dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Bagaimana tidak kaget ?! tanpa ancang-ancang tiba-tiba anak-anak harus belajar di rumah. Sekolah pun tidak sepenuhnya siap membuat sistem belajar yang mudah dan nyaman bagi anak, orang dan guru. Sebagai orang tua bekerja saya awalnya merasa keteteran, apalagi waktu itu metode belajar jarak jauh dari sekolah anak saya masih mencari format yang pas.

Jadi, sekolah anak saya yang merupakan sekolah swasta atau SDIT masih menerapkan jadwal mata pelajaran seperti sekolah offline atau belajar di sekolah. Nah gurunya memberikan materi melalui grup whatsapp atau WA. Sementara saya dan banyak orang tua yang bekerja tidak bisa mendampingi anak di jam belajar tersebut.

Bahkan saya sendiri merasa terintimidasi ketika ada orang tua yang sudah mengirimkan tugas anaknya ke grup WA kelas. Saya merasa menjadi orangtua yang tak “berguna” karena hingga sore tugas anak belum dikumpulkan. Bagaimana coba mengumpulkan tugas anak di siang hari, sedangkan ketemu anak saja baru sore hari. Itu pun bisa mendampingi anak belajar malam hari setelah magrib.

Namun semua itu pelan dan pasti berlalu ketika sudah kenaikan kelas tiga dan sekolah anak saya mulai punya metode pembelajaran jarak jauh yang efektif. Yang paling saya respek adalah pembagian shift belajar anak dibagi dua, siang dan malam. Jadi bagi orangtua yang bekerja bisa memilih grup belajar malam hari dan begitu juga sebaliknya.

Selain itu sekolah juga membuat modul-modul dari setiap mata pelajaran dan video pembelajaran yang dishare ke grup WA. Jadi orang tua jauh lebih nyaman mendampingi anak belajar di rumah karena materinya lebih lengkap. Proses pengiriman tugaspun dilakukan melalui foto ke grup WA atau mengisi google form alias tidak harus mengantar rekapan ke sekolah.

Pernahkah saya merasa jenuh, bosan dan stress ketika mendampingi anak belajar mandiri di rumah ? Pernah donk. Sebagai seorang ibu bekerja yang pergi pagi pulang sore dan baru bisa mendampingi anak belajar malam hari saya kadang jenuh juga dan stress.

Semua itu disebabkan dengan kondisi tubuh yang lagi capek, beban pikiran pekerjaan serta anak yang bertingkah mungkin karena bosan juga belajar di rumah. Kalau semua itu sudah terjadi, komplit deh. Biasanya saya tidak memaksakan diri. Saya biarkan saja absen belajarnya dan minta izin ke gurunya tidak mengikuti kelas. Semua itu demi emak tetap waras dan anak tidak tertekan, semua sehat jiwa raga.

Nah, pandemi Covid yang bisa dikatakan sudah setahun ini ternyata sudah melewati dua semester masa belajar juga. Jadi anak-anak sudah melewati dua kali menerima raport selama pandemi ini. Alhamdulillah, nilai anak saya bagus seperti saat masih belajar di sekolah.

Kok anak saya bisa tetap pintar dan punya nilai bagus meski belajar di rumah ? ini tipsnya yang saya terapkan.

  1. Pastikan anak belajar dalam kondisi nyaman, misalnya sudah mandi dan makan.
  2. Orang tua juga harus dalam keadaan nyaman dan rileks
  3. Dampingi anak belajar dengan santai tapi serius membahas setiap mata pelajaran, baik itu saat menonton video atau mengikuti kelas virtual.
  4. Fokus pada pemahaman konsep setiap materi mata pelajaran kepada anak sehingga anak paham apa tujuan dari pembelajaran tersebut. Misal untuk matematika saya tidak mengajarkan anak menghafal perkalian atau pengurangan, tapi dia harus paham konsep perkalian itu bagaimana.
  5. Menanamkan kejujuran pada anak. Saya tidak pernah menargetkan anak wajib dapat nilai tinggi sehingga mengambil alih mengerjakan tugas yang anak kurang paham. Saya akan tetap membiarkan dia mengerjakannya sendiri sesuai kemampuannya. Intinya saya bertugas mendampingi anak belajar atau bukan menggantikan posisi anak.
  6. Memberikan reward jika anak mendapatkan nilai bagus dan bersikap baik selama belajar meski sederhana seperti makanan kesukaan dia.
  7. Tidak memaksakan anak harus belajar jika kondisinya sedang tidak baik, misal kecapekan, badmood atau sakit.
  8. Menjalin komunikasi yang baik dengan semua guru di sekolah, sehingga mempermudah koordinasi ketika saya tidak memahami tugas suatu mata pelajaran.

Yap, itulah tips supaya anak tetap pintar dan mempunyai nilai bagus selama belajar mandiri di rumah. Mungkin orangtua lainnya ada tips lainnya  ? Sharing yuk.

Oh ya bicara belajar mandiri di rumah itu bagi kedua orangtua yang bekerja bisa lebih gampang lagi jika mengikutkan anaknya di bimbingan belajar (bimbel) online. Bimbel online terbaik yang bisa menjadi pilihan orangtua yang bekerja maupun di rumah saja adalah Kelas Pintar.

Jadi Kelas Pintar ini adalah sebuah solusi belajar online dengan metode pintar, personal, dan terintegrasi yang didesain untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran guna mendapatkan nilai akademis yang lebih baik.

Jadi karena Kelas Pintar ini percaya setiap siswa punya preferensi dan cara belajar yang berbeda - beda. Makanya Kelas Pintar menggunakan pendekatan Personal melalui metode penyampaian materi yang disesuaikan dengan beragam karakter siswa, baik itu melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic (V.A.K).

Selain itu untuk memastikan kurikulum pendidikan di Indonesia bisa diserap oleh siswa, Kelas pintar menggunakan metode pembelajaran Pintar yang menggunakan pendekatan Learn, Practice, dan Test.

Nah Kelas Pintar ini tetap mengintegrasikan antara siswa, guru, dan orangtua lho. Karena fokus utamanya memang untuk menguatkan dan mensinergikan peran guru, sekolah, dan orang tua dalam proses pembelajaran siswa melalui sebuah platform yang Terintegrasi.

Jadi Kelas Pintar ini adalah sebuah platform yang punya kemampuan merekam proses belajar siswa untuk digunakan sebagai bahan analisa bagi guru, orang tua, dan sekolah dalam memahami karakter, potensi dan kesulitan siswa dalam belajar.

Jadi, yuk temukan solusi belajar di Kelas Pintar !

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Tips Anak Tetap Pintar Meski Belajar Mandiri di Rumah"

Berlangganan via Email