Empat Langkah Mudah Untuk Membaca Polis Asuransi

Asuransi bagi sebagian orang bukanlah hal yang penting. Ada yang mengatakan takut rugi, takut tertipu dan merasa tidak perlu serta ada yang tidak paham  dengan isi polis sehingga malas bergabung. Padahal jika mereka tahu langkah mudah membaca polis asuransi alasan itu tidak akan terjadi. Seperti saya yang yang memilih asuransi pendidikan untuk anak saya.

Memilih ikut asuransi pendidikan untuk anak berdasarkan sejumlah pertimbangan :
·         Biaya pendidikan akan makin tinggi setiap tahun
Semua orang tua pasti merasakan biaya pendidikan yang semakin tinggi setiap tahunnya. Bahkan biaya pendidikan di TK aja bisa lebih besar begitu juga dengan biaya masuk SD swasta berbasis pendidikan Islam yang bisa menyamai biaya masuk kuliah swasta.
Karena itu saya ingin punya dana pendidikan yang bisa keluar setiap ia akan masuk sekolah, salah satunya melalui ikut asuransi pendidikan.
·         Saya ingin anak mendapatkan tempat pendidikan yang terbaik
Orang tua mana yang tidak ingin anaknya punya pendidikan terbaik. Pasti ingin dan begitu juga saya yang ingin anak selain mendapatkan pendidikan formal juga landasan agama yang baik. Sehingga saya sudah merancang sejak bayi, anak harus sekolah di sekolah yang berbasis islam terpadu.
·         Alternatif tabungan lain selain di bank
Sebenarnya anak juga saya buka rekening khusus di sebuah bank. Tapi saya tetap butuh asuransi sebagai tambahan nantinya.
·         Premi yang terjangkau
Premi yang terjangkau dengan keuangan kami juga menjadi alasan saya membeli polis asuransi. Karena prinsip saya, ikut asuransi bukan untuk gaya-gayaan namun kebutuhan yang tidak akan menganggu anggaran untuk kebutuhan lainnya.
·         Asuransinya murni atau tanpa tambahan investasi atau unit link
Asuransi pendidikan anak yang saya pilih adalah asuransi murni dan syariah. Sehingga tidak ada kekhawatiran dana yang disetor akan menguap karena nilai investasi turun
Alhamdulillah hingga saat ini anak saya sudah menerima manfaat dari asuransi pendidikannya sebanyak dua kali, saat masuk TK dan SD. Jumlahnya lumayan membantu biaya masuk sekolah khususnya SDIT yang menyamai biaya masuk kuliah swasta di kota saya.
Nah bagi Anda yang masih banyak mikir dan pertimbangan untuk bergabung di asuransi, sebaiknya mulailah untuk kembali mempertimbangkannya khususnya asuransi pendidikan anak. Nah, biar paham isi polis berikut ada beberapa tips langkah mudah untuk membaca polis asuransi :
1.                   Perhatikan lembar ikhtisar atau lembar pernyataan yang rata-rata terdiri dari 3-5 lembar. Di dalamnya biasanya berisikan informasi tentang  :  
·         Nama Tertanggung
·         Nama Pemegang Polis
·         Nama penerima manfaat dan besaran persentase pembagiannya
·         Alamat Tertanggung
·         Uang Pertanggungan
·         Lingkup jaminan
·         Fasilitas tambahan dalam bentuk rider, clause dan warranty
·         Periode Asuransi
·         Potongan biaya yang dikenakan (Untuk Asuransi dengan investasi)
·         Nilai premi yang harus dibayar
·         Tanggal terbit polis
·         Tanda tangan penanggung
Mengingat data yang terdapat  terdapat dalam ikhtisar polis diambil dari surat permohonan asuransi yang Anda is, saat menerima polis asuransi tersebut periksa dengan teliti. Hal ini bertujuan apakah ikhtisar polis sudah ditulis sesuai dengan data yang kita berikan dan penawaran yang kita terima.
2.                   Baca definisi setiap istilah
Jangan malas membaca definisi istilah istilah yang ada di setiap halaman. Hal ini bertujuan agar kita bisa paham dan mengerti dengan istilah yang terkesan komplek.

3.              Perhatikan Konteks Pengecualian Dalam Polis Asuransi
Ada hal-hal yang dikecualikan dalam perlindungan asuransi. Anda wajib membaca dan memahaminya sehingga suatu hari tidak ada kesalahpahaman jika terjadi sesuatu namun Anda menuntut ke asuransi padahal itu masuk dalam pengecualian.

4.                   Cek Kembali Ketentuan Polis Asuransi
      Mengecek ketentuan polis, persyaratan atas perlindungan terhadap pihak tertanggung. Pastikan data pribadi sudah lengkap dan semua data sudah dijawab dengan jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sudah selesai semua ? gampang banget kan. Intinya dari niat dan keinginan mau membaca dan mempelajari dengan serius . Yuk berasuransi sesuai kebutuhan . 

Komentar

  1. Membaca polis asuransi memang malas soalnya bahasanya kadang kurang begitu memahami, hmm layak dicoba nih tipsnya😊

    BalasHapus
  2. Nah harus hati-hati banget ketika membaca polis asuransi. Saya pernah rugi ketika berasuransi. Untungnya nyadar di awal banget, jadi belum besar kehilangannya. Makanya sekarang ketika berasuransi, saya mengajak suami untuk sama-sama mempelajari sebelum memutuskan

    BalasHapus
  3. Yang masih terjadi sama saya, masih malas kadang mbak baca definisi istilah, ��
    BTW, tips nya saya note, jadinpelajaran agar makin pinter membaca polis asuransi

    BalasHapus
  4. Di Indonesia asuransi emang belum sepopuler tabungan ya mbak? Beda dnegan di beberapa negara yg udah maju. Mungkin krn emang ada berita2/ kasus2 dmn suka gak amanah perusahaan atau agen asuransinya, jdnya org msh milih menanbung konvensional.
    Saya sendiri msh bingung nih mau milih2 asuransi pendidikan buat anak, doain ketemu yg tepat ya :D

    BalasHapus
  5. Bahkan mpo pernah ikutan seminar yang menyatakan bahwa kita perlu kursus baca isi asuransi. Biar tidak merugikan suatu saat nanti.

    BalasHapus
  6. Wah iya ya, aku belum bikin. ASAP mau bikin ah. Moga masih bisa terkejar buat tujuan ntar karena anakku umurnya udah tiga tahun.

    BalasHapus
  7. He em banget Uni, harus dibaca dan teliti polis asuransi itu seperti apa, biar paham betul poin per poinnya. Jangan sungkan juga untuk bertanya ya kan

    BalasHapus
  8. iya susah2 gampang buat memahami asuransi ini mbak.

    BalasHapus
  9. Asuransi pendidikan itu semacam nabubg buat pendidikan anak ya mna? Duh newbie banget nih akuuu. Hehe makasih mba, btw.

    BalasHapus
  10. Nah, aku malas banget isi form berlembar-lembar itu kalau apply asuransi. Pertanyaannya hampir sama yang diminta.

    BalasHapus
  11. Saya dan suami, sudah lama berencana untuk ikut asuransi pendidikan. Tapi sampai sekarang masih belum bisa. Doakan ya Mba, semoga segera. Mumpung anak masih kecil nih

    BalasHapus
  12. Mbak, aku pernah zonk sama masalah polis asuransi ini loh. Bilangnya sih asuransi pendidikan, asuransi investasi unit link. aku pernah duduk bareng sama Financial Advisornya, hitung2an secara langsung, ternyata tetep aja. Nggak ada untungnya walau jangka panjang sekalipun, akhirnya aku tarik

    BalasHapus
  13. Asuransi pendidikan memang penting ya. Apalagi biaya sekolah anak2 makin mahal aja.

    BalasHapus
  14. Nah iya nih baca polis asuransi harus hati2, banyak teman2 mengeluh ini itu saat signing kontrak asuransi. Kalau sudah bisa baca poin2 pentingnya tinggal cross check lagi ke agen asuransinya supaya lebih yakin ya mba.

    BalasHapus
  15. Aku masih belum bergabung dengan asuransi manapun. Pengennya sih yang jelas hitungannya dan sesuai syari'at Islam ya. Tapi kalo kata suami, mending nabung sendiri saja dan mengandalkan Allah SWT dalam situasi apapun. Hehe

    BalasHapus
  16. Makasih infonya mbak :) Aku pake asuransi tapi bukan yang unitlink. Memang harus teliti sih yaa sebelum setuju soal asuransi.

    BalasHapus
  17. Aku tadinya punya 2 asuransi pendidikan untuk masing-masing anak. Sekarang tinggal satu karena yang satunya aku tutup. Kemapa di tutup? Krn setelah dihitung2, premi yang aku bayar setiap tahun, dengan apa yang aku dapat, jauh banhet bedanya. Akhirmya aku oindah ke tabungan rencana atau deposito.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Mohon maaf komentar terpaksa dimoderasi karena akhir-akhir ini banyak Spam.Terimakasih sudah berkunjung