Persahabatan Pipi dan Hanum


Fitry anak semata wayang saya bisa dikatakan anak yang cenderung egois. Maklum anak tunggal dan di dalam keluarga besar ia juga yang paling kecil. Sehingga perhatian yang berlebih kepadanya membuatnya selalu ingin diperhatikan, menang sendiri dan cenderung egois.


Pipi panggilan akrabnya, sempat saya khawatirkan akan susah beradaptasi saat hendak masuk TK setahun lalu. Saya sangat khawatir ia tidak bisa berteman, karena selama ini di rumah ia selalu ingin mendapatkan perhatian penuh dan tak mau ada saingan.
Namun seiring berjalan waktu, kekhawatiran saya ternyata tidak terbukti. Di TK Pipi ternyata bisa menyesuaikan diri meski awalnya memang perlu proses. Bahkan ia punya teman akrab yang sudah dianggapnya sebagai saudara. Temannya itu bernama Hanum.

Awalnya saya tidak tahu jika Pipi punya teman akrab atau sahabat dekat. Tapi karena ia sering menyebut nama Hanum saya pun penasaran dan mencari tahu. Ternyata Hanum adalah teman di kelas sebelah namun satu penitipan di yayasan.

Usia Hanum di bawah Pipi meski hanya hitungan bulan. Anaknya juga bertubuh mungil dan berambut panjang serta kalem. Saat pertama mengetahuinya di penitipan, Pipi dengan bangga mengenalkan Hanum kepada saya.

" Ini Hanum namanya bunda.. Dia sahabat Pipi yang paling baik," ujarnya. 

Saya pun berpesan agar mereka saling membantu, saling menyayangi dan tidak boleh berkelahi. Mereka mengangguk dan kemudian melanjutkan bermain.

Pernah suatu hari Pipi sakit dan tidak masuk sekolah tiga hari. Saat kembali masuk sekolah, Hanum yang saat itu juga baru datang langsung memeluk Pipi. Mereka sepertinya sangat rindu. Tak jarang juga mereka saling memberi hadiah. Jika Pipi membeli keperluan sekolah atau pribadi ia akan meminta saya membelikan juga untuk Hanum. Memang sih barang-barangnya tidak terlalu mahal, seperti pensil, kaos kaki atau bedak.

Hanum juga begitu, kadang ia juga memberikan hadiah untuk Pipi. Senang sekali melihat persahabatan anak ini. Bahkan saat gladi resik acara perpisahan TK beberapa bulan lalu, Pipi sibuk minjam HP saya. Ia ingin memotret Hanum yang sedang latihan tari Yamko Rambe.

Saat pergi jalan, Pipi kadang ingin mengajak Hanum. Namun karena kesibukan berbeda dari kami, orang tua Hanum tidak bisa ikut. Tak jarang juga Pipi ingin Hanum diajak menginap di rumah kami.

Persahabatan mereka membuat saya juga mengenal Ibu Hanum lebih dekat. Bahkan masuk SD ini mereka kembali satu sekolah. Pipi berharap nanti mereka satu kelas supaya bisa lebih sering bermain bersama. 

Anak Anda juga punya sahabat ? Ayo ceritakan. 





Komentar