Dear Anakku,Jantung Hatiku Harapanku


Sebenarnya sudah lama juga terbersit keinginan menulis setiap hari dengan tema surat untuk anakku. Hal itu sebagai ungkapan kasih sayang dan juga berisikan harapan-harapan untuk anak, sehingga ketika ia membaca suatu hari nanti, akan bisa menjadikan motivasi dan inspirasi juga untuknya. Tapi, entah kenapa belum kesampaian.


Tapi, hari ini membaca tulisan di grup FB kumpulan emak2 blogger tentang tantangan #DearDaughter jadi tergerak untuk menuliskannya. Meski aturannya harus mendapat "tongkat" terlebih dahulu,  tapi saya tetap menuliskannya meski belum dapat. Mana tahu kalau dapat giliran tinggal kasi linknya. 

Dear Anakku Tersayang
Kehadiranmu adalah keajaiban...kehadiranmu di tengah Ayah dan Mami adalah kebahagiaan luar biasa. Kehadiranmu di tengah keluarga besar pembawa kegembiraan. Intinya, kehadiranmu di tengah kami semua sangat memberikan aura baru. Kamu adalah batu permata yang sangat berharga yang tidak ternilai dengan apapun.Karena itu Ayah dan Mami sangat mencintaimu, bahkan melebihi mencintai diri kami sendiri.

Saat kamu hadir di tengah kami, dunia kami khususnya Mami berubah 180 derajat. Mami berhenti bekerja demi fokus mengurus kamu Nak. Wajahmu yang lucu membuat Mami jatuh cinta, melebihi jatuh cinta ketika pertamakali bertemu dengan Ayahmu. Mami takut kehilanganmu dan hanya ingin selalu berada di sisimu.

Sifat Mami juga berubah, jadi over protektif dan makin cerewet dengan aturan-aturan yang harus dipatuhi Ayah yang menurut Mami tak ngerti mengurus kamu.. hehehe Mami egois ya....ya begitulah Nak, Mamimu jadi seperti orang yang mendapatkan mainan baru yang takut rusak, hilang dan sebagainya. Semua itu karena Mami ingin kamu mendapatkan yang terbaik Nak, karena kamu adalah nomor satu dalam hidup Mami.

Hari pertama kehadiranmu di rumah, disambut semarak oleh keluarga besar. Kamu tidak langsung Mami bawa ke rumah kita, tapi ke rumah Uwan dulu, ya rumah nenek dan kakek. Uwan dan Aki begitu sepupu sepupumu memanggil mereka. 

Uwan dan Aki sangat bahagia, mereka menciumimu dan dan tak sabar bergantian menggendongmu. Begitu juga dengan sepupumu Bang Ari dan Kak Tami, mereka tak kalah heboh. Akhirnya mereka mendapatkan adik yang selama ini mereka dambakan.

Ayah Ngah dan Ibu, ortu dari Bang Ari dan Kak Tami juga tak kalah hebohnya, mereka bergantian menimangmu Nak. Sementara kamu dengan mata berbinar juga menunjukan kebahagiaan. Kamu pasti tahu betapa kami semua sangat menyayangimu.

*bersambung



Komentar