Loading

Kamis, 18 Agustus 2016

Wujudkan Mimpi dengan Perumahan Murah


Mempunyai rumah bagi sebuah keluarga ada impian. Karena sekarang ini, rumah adalah bisa dikatakan bagian dari kebutuhan primer. Namun, terkadang banyak orang yang pesimis untuk mempunyai rumah meski impian memiliki rumah itu ada muncul dalam angan mereka.


Golongan orang yang pesimis bisa memiliki sebuah rumah ini sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Mereka dengan penghasilan yang tidak tetap tiap bulan, seringkali pesimis untuk memiliki sebuah rumah impian meskipun sederhana sekalipun.

Seperti yang sering saya lihat dan baca di grup ibu-ibu di social media. Kaum ibu dengan suami yang berpenghasilan rendah sering mengeluh bahkan minder, karena belum punya rumah. 

" Kapan ya bisa punya rumah sendiri, penat hidup mengontrak terus," 

" Ingin punya rumah seperti keluarga yang lain, tapi suami saya cuma pedagang sayur di pasar," 

" Tak nyaman tinggal di rumah mertua terus, ingin punya rumah sendiri biar bisa lebih leluasa dengan keluarga kecil,"

"Ingin punya rumah sendiri, tapi pasti mahal ya. Untuk hidup sehari-hari saja pas-pasan"

Hal di atas adalah sebagian kecil contoh keluhan yang sering saya baca di social media. Padahal jika mereka tahu dan mau membaca atau bertanya, tentu keluhan itu tidak lagi terlontar. Ya, karena saat ini pemerintah sudah ada program perumahan murah bersubsidi

Tahun 2016 ini pemerintah telah mencanangkan Program Sejuta Rumah, yang mana sejumlah perumahan murah di pasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Bahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pemerintah telah menyiapkan 600 ribu rumah. Sisanya 400 rumah untuk masyarakat yang mampu atau non-MBR.

Jika Anda termasuk kedalam kategori MBR, rumah untuk Anda tetap dilengkapi dengan sistem KPR subsidi yang tentu meringankan. Hal itu sesuai dengan tujuan subsidi, agar bisa membantu MBR untuk memiliki hunian pribadi sehingga kesejahteraan rakyat juga bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.

Perlu digaris bawahi Program Sejuta Rumah sama seperti program KPR biasa yang membutuhkan sejumlah prosedur tertentu. Meski biaya DP, angsuran, dan prosesnya terbilang mudah, proses survei dan serangkaian persiapan lainnya tetap harus dipenuhi sebelum memiliki rumah murah. Jadi jangan dianggap program ini adalah program bagi-bagi rumah gratis dari pemerintah. 

Bagi Anda yang termasuk dalam golongan MBR, harga rumah murah bersubsidi dimulai dari Rp 110 juta. Rumah ini bertipe 36. Spesifikasi secara umum antara lain :
  • Pondasi                                : Umpak Batu Kali
  • Dinding                                : Batako Plester + Acian + Cat
  • Lantai                                   : Keramik
  • Kusen Pintu & Jendela : Kayu
  • KM/WC                                : Closet Jongkok
  • Rangka Atap                         : Metal
  • Plafond                                 : Gypsum
  •  Listrik                                  : PLN 900 VA
  •  Air                                        : Air Bersih
Untuk memberikan gambaran tentang berapa cicilan perbulan, berikut simulasinya :
  • harga rumah           : Rp 110 juta
  • uang muka             : Rp 5 juta
  • bunga pertahun      : 7,5 persen
  • jangka waktu         : 15 tahun atau 180 bulan
  • cicilan perbulan     : Rp 973.362,97
Melihat simulasi di atas, uang yang diperlukan untuk uang muka bisa dikatakan terjangkau. Begitu juga dengan cicilan perbulan. Bayangkan jika uang sebesar cicilan perbulan terus menerus untuk mengontrak rumah, tentu rumah impian tak akan pernah didapat. 

Nah, bagi Anda yang ingin memiliki rumah namun berpenghasilan rendah. Jangan ragu dan takut untuk memiliki rumah. Ayo manfaatkan Program Sejuta Rumah dari pemerintah ini. Hubungi kantor cabang Perumnas terdekat untuk mendapatkan informasi yang tepat dan supaya terhindar dari calo atau oknum yang tidak bertanggungjawab. 


4 komentar:

  1. kalo dah punya rumah subsidi sebelumnya boleh ambil lagi tak ya kak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan konsultasi dengan pihak perumnas hehehe

      Hapus
  2. rumah bersubsidi yaa, boleh ituu :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung