Loading

Selasa, 23 Agustus 2016

Menata Masa Depan dengan Asuransi dan Investasi


Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Berasal dari keluarga yang berkecukupan belum tentu menjamin masa depan yang baik, jika perencanaan dari dini tidak baik. Begitu juga sebaliknya berasal dari keluarga sederhana, belum tentu masa depannya suram karena ternyata orang tua sudah mempersiapkan sejak awal untuk kehidupan anak-anak mereka.

Mengapa saya mengatakan hal seperti di atas ? karena sudah banyak contoh di sekitar saya yang mengalaminya. Contoh pertama, ada keluarga yang jika dilihat dari pekerjaan kepala keluarga bisa dikatakan cukup bagus. Karena merupakan pekerjaan tetap dan punya pensiun hingga akhir hayat.

Tapi apa yang terjadi ? anak-anaknya tidak ada yang bisa dikatakan berhasil. Masa depan mereka bisa dikatakan lebih buruk dari anak-anak yang beradal dari keluarga sederhana. Apa yang terjadi selama ini ? 

Ternyata kesalahan ada pada orang tua. Sang bapak selaku kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama tidak berpikir untuk mempersiapkan masa depan anak. Apa yang diperoleh setiap bulan habis untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumtif. Jikapun ada digunakan untuk hal lain hanya cicilan rumah.

Sementara untuk tabungan apalagi proteksi tidak ada sama sekali. Begitu juga si ibu yang seharusnya manajer keuangan ternyata juga lupa untuk mempersiapkan masa depan anak-anak. Ia tidak bisa menyisihkan uang belanja sehari-hari untuk ditabung atau menganggarkan untuk tabungan ataupun investasi.

Ketika anak-anak makin tumbuh besar, kebutuhan makin banyak dan sang bapak selaku kepala keluarga memasuki masa pensiun, yang terjadi adalah pendidikan anak-anak terancam tidak berlanjut ke perguruan tinggi. Bahkan biaya makin bertambah dengan biaya pengobatan sang bapak yang mulai sakit-sakitan.

Akhirnya, anak hanya bisa sekolah hingga menengah atas dan kemudian bekerja di sektor yang tidak menjanjikan. Sementara kedua orang tua semakin tua dan pensiun, sehingga hari tua hidup dalam kondisi pas-pasan dan sakit-sakitan. Berharap pada anak tidak bisa, karena kehidupan mereka belum juga mapan.

Contoh kedua, keluarga yang sederhana tapi bisa menata masa depan dengan baik. Sang ayah cuma berjualan di pasar. Si ibu membantu dengan berjualan kue. Setiap hari sang bapak menyisihkan uang masuk celengan dan tiap bulan disetor ke bank. Sedangkan si ibu juga menyisihkan uang belanja dan keuntungan berjualan dengan ikut arisan. Uang arisan dibelikan emas dan disimpan. Gaya hidup mereka tidak konsumtif.

Saat anak mereka memasuki perguruan tinggi, sang ayah sudah punya tabungan untuk biaya kuliah. Sedangkan si ibu dari tabungan emas bertahun-tahun bisa membeli rumah sederhana dan kemudian membuka usaha warung kelontong, sehingga tidak perlu lagi ke luar rumah mengingat usia sudah mulai tua.

Anak mereka tamat tuliah dan kemudian bekerja. Kedua orang tua tidak lagi direpotkan oleh biaya anak-anak. Hidup mereka sederhana tapi setidaknya bisa mengantarkan anak hingga mencapai cita-citanya.

Dua contoh di atas adalah perbandingan sederhana bagaimana dua keluarga menata masa depan mereka. Cara yang baik memang mempersiapkan dengan cara yang bisa dikatakan tradisional, tapi apa yang dilakukan sangat bagus dalam mempersiapkan masa depan.

Nah, bagi Anda yang saat ini baru memulai suatu langkah baru, misalnya baru bekerja atau baru berumah tangga atau baru punya anak, sudahkah terpikir untuk mempersiapkan masa depan ? 

Jangan sampai ada alasan begini :
" Saya masih muda, tak perlu tabungan...bersenang-senang dulu aja deh"
" Anak masih satu, nanti sajalah nabungnya,"
"Saya kan punya pekerjaan tetap dan ada pensiun. Untuk apa menabung dan investasi,"
'Orang tua saya kan kaya raya, tak perlu saya menabung,"

Hidup tidak bisa kita prediksi ke depan. Kita tetap perlu tabungan, investasi dan proteksi seperti asuransi. Setidaknya itu yang saya rasakan. Alhamdulillah, sejak bekerja saya sudah menabung. Ketika berumah tangga, saya juga membuka rekening tabungan rencana untuk masa depan di dua bank, membeli polis asuransi pendidikan dan membeli logam mulia serta membuka rekening khusus untuk anak.

Awalnya saya menilai sudah cukup program tabungan, investasi dan proteksi yang saya persiapkan untuk masa depan anak dan hari tua. Tapi belum, karena saya masih ingin membuka asuransi plus investasi.

Untuk memilih asuransi plus investasi saya perlu mencari yang tepat. Membaca dan membandingkan sejumlah asuransi dengan jenis yang sama akhirnya saya tertarik untuk akan memilih Asuransi plus investasi AIA Financial Indonesia

Mengapa saya tertarik ? karena Asuransi plus investasi AIA Financial Indonesia punya sejumlah kelebihan. Diantaranya : 
Proteksi jiwa
Proteksi ini bisa kita pilih dari  produk AIA Life Secure, yang mana masa asuransi sangat panjang hingga 99 tahun. Usia masuk bisa dimulai dari usia 0-70 tahun dan pembayaran premi menggunakan rupiah.
Keunggulan utama produk AIA Life Secure ini antara lain :
 - Kombinasi terbaik antara Proteksi dan Investasi Proteksi asuransi jiwa di awal polis berjalan untuk memberikan ketenangan bagi mereka yang kita kasihi. Nilai tunai pada polis memiliki potensi pertumbuhan yang dapat membantu mengembangkan aset investasi Anda dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. 
Kemudian harga premi yang terjangkau, dimulai dari Rp 15 ribu perhari.
- Kita juga menikmati ekstra alokasi sebesar 5% dari premi dasar setiap tahun mulai dari tahun 11 hingga tahun ke-20 untuk membantu mengembangkan aset investasi.
- Selain itu juga ada Proteksi Penyakit Kritis.  Proteksi asuransi tambahan C3 Additional berikan proteksi terbaik terhadap 60 kondisi penyakit kritis guna meringankan beban finansial Anda di saat perawataan untuk peyembuhan. 
- Tidak hanya itu, juga ada C3 Enhancer – Proteksi Penyakit Kritis. Proteksi tambahan C3 Enhancer di atas proteksi C3 Additional memberikan proteksi tambahan terhadap 68 kondisi penyakit kritis sehingga memperluas proteksi terhadap penyakit kritis yang Anda miliki, mulai dari tahap awal hingga tahap kritis, ditambah komplikasi diabetes.

Hal di atas merupakan salah satu contoh produk dan kelebihan dari Asuransi plus investasi AIA Financial Indonesia. Untuk mengetahui lebih banyak, silahkan bukan websitenya atau datangi kantor perwakilan di kota Anda atau agen terdekat. 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung