Loading

Rabu, 20 Januari 2016

Arena Bermain Anak Bukan Tempat Penitipan Anak

tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Berenang salah satu aktifitas favorit Fitry pada hari minggu
Para orang tua pasti pernah membawa anak ke arena bermain anak, minimal sekali sebulan atau setidaknya pernah donk setahun sekali :) 

Sebagai pasangan yang bekerja, membawa anak jalan-jalan adalah rutinitas kami khususnya saya setiap hari minggu. Selain aktifitas berenang, bermain ke arena permainan anak adalah pilihan untuk menyenangkan Fitry, putri semata wayang.

tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Arena mandi bola salah tempat bermain favorit Fitry
Arena bermain anak pilihan saya, ada yang di pusat perbelanjaan, taman bermain bahkan yang disediakan di sejumlah tempat makan siap saji.

Salah satu arena permaian favorit Fitry adalah arena mandi bola. Jika di pusat perbelanjaan arena bermain anaknya lebih komplit, sehingga arena mandi bola juga lebih besar dan dilengkapi fasilitas lain seperti seluncuran, tangga, jembatan dan terowongan.

Saat Fitry bermain di arena mandi bola itu, saya lebih memilih dan memang harus menunggunya. Mata saya mengikuti gerak gerik kemana ia berjalan, berlari, melompat hingga berinteraksi dengan sesama anak-anak lain. 
tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Saya selalu mengawasi gerak gerik Fitry saat bermain 
Hal itu harus saya lakukan, karena tingkah laku anak-anak yang bermain di dalamnya tidak bisa ditebak. Setiap bermain di sana selalu saja ada satu atau dua bahkan lebih anak laki-laki atau perempuan dengan umur yang jauh lebih tua, bertingkah membahayakan anak-anak yang berumur di bawahnya.

Mereka saat melompat tidak peduli ada anak yang lebih kecil sedang duduk, atau saat berlari tidak peduli ada yang tersenggol. Sebagai orang tua yang mempunyai anak perempuan dengan badan yang kecil, saya sering geram melihat tingkah laku anak-anak tersebut.

Tak jarang saya harus menegur anak-anak itu. Karena mengharapkan orang tua menegur tidak mungkin sebab orang tua meninggalkan mereka di arena bermain dan seolah menjadikannya sebagai tempat penitipan anak. 

Orang tua mereka seolah sengaja meninggalkan mereka karena tahu anak-anak mereka dengan postur besar tidak perlu diawasi lagi.

Para orang tua itu ada yang pergi belanja atau sekedar nongkrong di cafe. Sementara anak-anak mereka bermain tanpa ada yang mengawasi apalagi pihak pengelola arena bermain. Karena pihak pengelola arena bermain seperti pusat perbelanjaan juga sudah memberikan pengumuman agar para orang tidak meninggalkan anak saat bermain.
tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak rimba jaya, ezone, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Pengumuman agar tidak meninggalkan anak saat mandi bola sering diabaikan para orang tua
Ketika si anak capek dan ingin keluar arena bermain yang dikunci dari luar oleh pengelola, tak jarang ada yang berteriak memanggil orang tua mereka, bahkan ada yang menangis. Anehnya orang tua yang punya kebiasaan meninggalkan anak-anak mereka di arena bermain seolah tidak peduli dengan keberadaan anak-anak mereka di sana, entah mereka haus atau penat bermain. 

Beberapa kali saya dengan sukarela memanggil petugas arena bermain untuk membukakan pintu untuk anak-anak yang sudah penat. Ketika saya perhatikan, ternyata anak-anak itu kemudian mencari orang tua mereka ke gerai makanan di sekitar arena bermain.

Sementara di arena bermain anak di taman bermain lain tidak jarang juga saya melihat orang tua yang "selambe" dengan anak-anak mereka.
tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak rimba jaya, ezone, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Jangan percayakan anak anda pada tempat bermain karena itu bukan tempat penitipan anak
Pernah ada anak usia sekitar dua tahun nyaris tersambar komidi putar dan ternyata orang tuanya asyik duduk minum di pujasera sementara membiarkan anak usia dua tahun itu bermain dengan sang kakak.

Saya hanya bisa mengurut dada melihat para orang yang seolah tidak peduli dengan anak mereka. 

Sementara di tempat makan siap saji yang juga menyediakan arena mandi bola meski ukuran lebih kecil, saya juga melihat ada orang tua yang seolah-olah menjadikan tempat itu sebagai tempat penitipan anak.

Mereka makan jauh dari lokasi mandi bola. Anak-anak mereka bahkan umurnya yang masih kecil ditinggal di sana tanpa pengawasan. Padahal jelas-jelas pihak rumah makan menuliskan arena mandi bola itu bukan tempat penitipan anak.
tips membawa anak bermain di wahana anak, arena bermain anak rimba jaya, ezone, arena bermain anak di tanjungpinang, kepulauan riau, unizara, ruziana
Tak jarang saya menegur anak-anak dengan postur besar karena gerak gerik mereka membahayakan anak-anak lain
Para orang tua yang seperti saya ceritakan di atas memang segelintir. Semoga kita para orang tua bisa lebih bijak saat membawa anak bermain di arena bermin.

Berikut ada tips dari saya yang harus diperhatikan saat membawa anak bermain di arena permainan anak :
1. Jangan memaksakan anak jika usianya tidak bisa untuk bermain di wahana bermain anak. Seperti arena mandi bola hanya dibatasi untuk anak usia 3 tahun hingga 7 tahun.

2.Kenakan pakaian yang nyaman dan aman untuk anak. Misalnya pakaian yang terbuat dari kaos atau yang menyerap keringat. Jika anak perempuan hindari pakaian yang berupa gaun bahkan aksesosi tali temali yang bisa terinjak dan membahayakan.

3.Siapkan minuman air putih atau susu kemasan karena saat bermain anak banyak bergerak 

4. Awasi gerak gerik anak, baik yang membahayakan dirinya maupun anak lain.

5. Tegur anak kita jika gerak geriknya membahayakan anak lain dan tegur juga anak-anak lain yang gerak geriknya membahaykan anak-anak lain.

6. Lapor kepada pengelola arena bermain jika ada ada anak yang tidak menghiraukan teguran kita namun tingkah lakunya membahayakan anak-anak lain.

7. Batasi waktu bermain anak, misalnya hanya 1 jam. 

7 komentar:

  1. memang harus kudu waspada ya mb, betul sekali point pointnya
    soalnya kebanyakan kalo ada apa apa, ortu yang disalahkan

    BalasHapus
  2. Sekarang Faraz udh tahu klo diajak main ke TZ, sukanya main kuda2an tp tetap masih dlm pengawasan secara masih blm bs jalan :D

    BalasHapus
  3. Sama itu tuh, sambil nyuapin. Padahal anaknya loncat2an. Meskipun ibunya tetap dipinggir, tapi kan makanan belum dicerna dg baik udah loncat2an lagi. Bisa muntah.

    BalasHapus
  4. Iya. Tetep harus diawasin. Apalagi di arena yg mereka main rame2 kaya mandi bola

    BalasHapus
  5. Jangan sampai ketuker anaknya :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung