Loading

Jumat, 11 September 2015

Apakah Anda Termasuk Penulis Idealis ?


unizara, ruziana, blogger tanjungpinang, blogger kepri, penulis tanjungpinang, SMO, admin
Selfie disela ngadmin socmed dan web :)

Tadi ada salah seorang teman di FB yang membuat survei yang kira-kira begini isinya : Jika kamu diminta menjadi juru tulis untuk kepentingan politisi bagaimana sikap kamu ? Ada 3 pilihan, yakni, Mau, Ragu-ragu dan Tidak Mau.

Ada beragam komentar, tapi sepertinya yang mendominasi tidak mau dengan berbagai alasan. Diantaranya tidak mau karena politisi itu busuk, banyak kepentingan, suka membohongi masyarakat dll.

Saya sendiri memilih mengatakan mau, karena saat ini sedang mengerjakan proyek eh maksudnya membantu mengisi web salah satu pasangan calon daerah di kota saya. Sepanjang apa yang ditulis hanya untuk membantu mensosialisasikan apa yang dilakukannya oleh yang si pemberi order bagi saya tidak masalah.

Kecuali, si pemberi order meminta saya menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan lawan politik, untuk menjatuhkan namanya atau untuk kampanye hitam, nah itu baru tidak benar.

Saya kira potensi kita di bidang menulis harus bisa bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Bermanfaat bagi diri sendiri artinya memberikan kepuasan batin saat berhasil menjadikan satu ide menjadi tulisan yang bermanfaat, serta memberikan hasil finansial kepada kita suatu saat nanti.

Bermanfaat untuk orang lain maksudnya bisa menambah wawasan, informasi dan mungkin memotivasi orang yang membaca. Selain itu bisa membantu orang lain yang tidak punya kemampuan menulis atau butuh tenaga khusus untuk menuangkan ide-ide ataupun hal-hal yang menurut mereka harus ditulis.

Kembali ke masalah idealis, saya kira mungkin hanya sedikit penulis yang idealis. Itupun mungkin penulis pemula yang mungkin belum tahu peluang dari menulis. Ketika mereka tahu peluang besar di balik dunia mejulis, orientasi ke arah materi juga merupakan salah satu tujuan utama mereka menulis.

Jika Anda menulis sebuah buku, diterbitkan dan dipasarkan, sangat lucu jika hanya mengharapkan kebahagiaan batin hanya karena sudah berhasil menulis sebuah buku. Itu bisa saja terjadi jika adalah buku pertama Anda. Tapi berikutnya hasil berupa materi pasti diharapkan. Jangan munafik :)

Jangankan penulis, blogger saja sudah bisa menjadikan blog mereka sebagai ladang uang. Banyak blogger sekarang yang berlomba mendapatkan job review, ghost writer, penulis konten, admin web dan fans page.

Memang sebaiknya jauhkan tujuan utama kita menulis kepada materi, tapi ketika ada peluang yang tercipta mari manfaatkan dengan tetap berada di koridor yang benar. Setujuuuu...?

Btw....siapa yang masih menjadi penulis idealis ?









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung