Loading

Rabu, 05 Agustus 2015

Pengalaman Bersama BNI : Mempersiapkan Masa Depan Buah Hati dengan BNI Taplus Anak

BNI Taplus Anak
Buku Tabungan BNI Taplus Anak atas nama Fitry dan kartu ATM dengan foto dirinya 

Bulan Juli 2015 lalu, genap 10 tahun usia pernikahan Saya. Banyak hal yang pantas Saya syukuri hingga satu dasawarsa pernikahan tersebut, seperti kehidupan rumah tangga yang harmonis, rezeki yang makin bertambah hingga hadirnya seorang anak yang sejak lama Saya dan suami dambakan.

Fitry Rezkia Ruzifah buah hati tercinta yang pada September mendatang genap berusia empat tahun adalah anugerah terindah pada keluarga kecil Kami. Gadis mungil nan pintar itu adalah cahaya mata pelipur lara dan menjadi semangat Kami dalam bekerja serta menatap masa depan.

Bagi Saya dan suami, anak adalah tanggungjawab yang harus dipersiapkan masa depannya sejak kehadirannya di dunia. Karena masa depan anak yang baik, cerah dan terjamin tergantung dari bagaimana orang tua mempersiapkannya sejak awal.

Mempersiapkan masa depan anak yang saya lakukan antara lain seperti ; memperhatikan kesehatan anak dengan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan fisik dan otaknya. Mendidik dengan nilai-nilai sosial dan agama serta mempersiapkan dana pendidikan sejak sekarang.

Meskipun saat ini usia Fitry belum wajib sekolah, tapi sejak usianya satu tahun Saya sudah membeli polis asuransi pendidikan untuknya. Waktu itu jumlah polis yang dibeli terbilang kecil karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga Kami. Prinsip Saya lebih baik sedikit daripada tidak ada sama sekali.

Ketika tahun lalu Saya kembali bekerja setelah sebelumnya vakum lebih kurang tiga tahun karena memilih mengasuh sendiri Fitry, keuangan keluarga kecil Kami kembali mulai normal.

Saat berhenti bekerja hanya satu rekening bank yang aktif yakni BNI Taplus milik suami yang merupakan tempat transfer gaji dari kantornya. Ketika menerima gaji pertama, membuka rekening baru adalah hal yang pertama Saya lakukan.

BNI adalah pilihan Saya untuk menyimpan dana tabungan yang disisihkan dari gaji tiap bulan. Bahkan Saya juga mengikuti program BNI Simponi yang merupakan layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLBK BNI).

Awalnya rekening BNI Taplus atas nama pribadi akan Saya jadikan alternatif tabungan pendidikan Fitry selain dari polis asuransi. Karena waktu itu Saya pikir tabungan khusus anak hanya bisa saat anak sudah duduk di bangku sekolah. Ternyata Saya keliru, anak yang masih berumur tiga tahun seperti Fitry juga bisa punya rekening atas namanya sendiri.

Sebagai pasangan suami istri yang menjadi nasabah Bank BNI, tentu pilihan bank untuk membuka rekening anak adalah BNI juga. Untuk mengetahui info tentang syarat membuka rekening tabungan anak, awal Saya membuka website BNI.
Mempersiapkan masa depan buah hati dengan BNI Taplus Anak

Dari menu banking service tentang Simpanan BNI Taplus Anak, Saya mendapatkan informasi yang makin memantapkan hati untuk membuka rekening atas nama Fitry sendiri. Sesuai dengan nama programnya, BNI Taplus Anak adalah adalah tabungan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun.

Program BNI Taplus Anak ini mempunyai manfaat antara lain :
  •  Pada buku tabungan dan kartu tercetak nama Anak sendiri
  •  Memberikan kesempatan kepada Anak untuk belajar melakukan transaksi sendiri di ATM, belanja, BNI SMS Banking serta di teller
  •  Orangtua tetap dapat mengawasi transaksi Anak karena ada notifikasi SMS yang akan dikirimkan ke ponsel orangtua
  •  Bebas biaya pengelolaan rekening
  • Promo-promo merchant yang akan terus ditambah

Bagaimana dengan persyaratannya ? Ada dua kategori persyaratan yakni untuk Anak dan Orang tua.
Untuk Anak persyaratannya :
  • Mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening yang ditandatangani oleh anak.
  • Melampirkan Kartu Pelajar atau paspor atau copy akte kelahiran.
  • Melampirkan Kartu Keluarga (bila tidak tinggal serumah dengan orang tua).
  • Membubuhkan tanda tangan anak pada buku tabungan.
  • Setoran awal Rp100.000.
  • Setoran Selanjutnya Rp10.000.
Sedangkan untuk Orang tua persyaratannya :
  • Bagi orang tua yang belum mempunyai rekening tabungan di BNI, mengisi formulir Aplikasi Data Nasabah (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening.
  • Mengisi Formulir Persetujuan Pembukaan Rekening dan Pelaksanaan Transaksi dengan materai yang ditandatangani oleh orang tua.
  • Melampirkan copy identitas diri (KTP/SIM/paspor) orang tua.
Berbekal informasi dari website BNI itu, pada 6 Agustus 2014 lalu Saya pun mendatangi kantor cabang BNI dekat kantor. Saya diterima oleh seorang costumer service wanita yang simpatik. Setelah menyampaikan maksud Saya untuk membuka rekening tabungan anak, ia pun menjelaskan persyaratannya yang kurang lebih sama dengan apa yang tertulis di dalam website BNI.

Hanya ada beberapa pengecualian yang harus menyesuaikan dengan kondisi atau usia Fitry yang masih tiga tahun pada waktu itu atau belum sekolah. Karena Fitry belum sekolah dan tidak bisa tulis baca, tentu yang mengisi Formulir Aplikasi Data Nasabah (CIF) Perorangan dan Formulir Pembukaan Rekening Saya yang melakukan.

Kemudian dokumen yang dilampirkan adalah kartu keluarga, KTP serta buku tabungan BNI Taplus atas nama saya sebagai bukti saya adalah nasabah BNI. Prosesnya terbilang cepat dan untuk setoran pertama Saya menyerahkan dana sebesar Rp 600 ribu. Uang itu sendiri adalah hasil pemberian keluarga dan sanak saudara untuk Fitry saat lebaran.

Bahagianya ketika melihat nama Fitry Rezkia Ruzifah tertulis di dalam buku tabungan BNI Taplus Anak. Ketika petugasnya menyerahkan buku tabungan untuk saya tandatangani, dalam hati Saya berkomitmen saldo rekening di dalamnya harus terus bertambah.

Oh ya, untuk pembuatan kartu ATM dengan foto Fitry ternyata harus dibuat di kantor cabang utama. Bagi Saya tidak masalah karena lokasinya juga tidak jauh. Sebelum Saya pamit petugas costumer servicenya juga menjelaskan jika penarikan ATM BNI Taplus Anak maksimal Rp 500 ribu perhari dan tidak dikenai biaya.

Proses pembuatan kartu ATM BNI Taplus Anak baru bisa Saya lakukan keesokan harinya karena waktu jam istirahat kerja sudah habis, selain itu Saya juga harus terlebih dahulu memilih foto Fitry yang akan dipajang di kartu ATM nantinya.

Keesokan harinya saya menuju kantor cabang utama dengan membawa buku tabungan BNI Taplus Anak serta foto Fitry yang sudah saya persiapkan. Ternyata prosesnya cepat dan langsung selesai. Bahagianya melihat nama dan foto Fitry terpampang di kartu ATMnya.

Sesampai di rumah usai pulang kerja buku tabungan dan ATM Saya perlihatkan ke Fitry, ia tampak senang karena melihat fotonya ada di situ. Begitu juga kepada suami Saya perlihatkan buku tabungan BNI Taplus Anak dan kartu ATM atas nama Fitry. Saya meminta suami berkomitmen untuk terus menambah saldo rekening Fitry demi masa depannya kelak dan ia setuju.
Fitry, buah hati tercinta

Bulan berikutnya saldo rekening BNI Taplus Fitry ditambah sebanyak Rp 500 ribu. Hingga bulan Juli 2015 lalu atau belum genap setahun sejak buka rekening, Alhamdulillah saldo di rekening BNI Taplus Anak Fitry sudah mencapai Rp 14 juta.



Dana yang Kami masukan ke rekening BNI Taplus Anak didominasi dari tunjangan suami yang Alhamdulillah sejak akhir 2014 lalu bertambah. Sesuai komitmen Kami berdua, mengisi saldo rekening tabungan anak adalah prioritas, sehingga setiap rapelan tunjangan suami cair, sebahagian besar dana langsung saya transfer dari rekening BNI Taplus milik suami ke rekening BNI Taplus Fitry.


Saya berharap keluarga kecil Kami terus diberikan kesehatan, umur yang panjang dan rezeki yang lancar dan berkah. Semoga Kami bisa terus menambah saldo di BNI Taplus Anak sehingga Fitry bisa mencapai cita-citanya menjadi dokter seperti yang sering ia sebut.

Yuk..para orang tua persiapkan masa depan anak Anda bersama BNI Taplus Anak. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blogging BNI #69TahunBNI



Referensi : http://www.bni.co.id

Alhamdulillah...menang juara 2...terimakasih BNI :)








9 komentar:

  1. Balasan
    1. ayo om asad...cari mamanya dulu..biar cepat dapat dedek :)

      Hapus
  2. keren kak.ikut lagi dong yang 2016,siapa tau kali ini juara 1.aminnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ..terimakasih...semoga bisa ikut...soalnya waktu nulis sekarang agak keteteran dgn pekerjaan *soksibuk...

      Hapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung