Loading

Sabtu, 04 Oktober 2014

Sssstttttt.......Serunya Jadi Admin Socmed Publik Figur


serunya jadi social media officer dan admin FB publik figur
Pic diambil dari sini
Ada yang pernah jadi admin akun socmed tokoh masyarakat atau publik figur ? Tentu ceritanya bakal nano nano, seperti pengalaman saya yang belum genop dua bulan menjadi makmin akun socmed seorang publik figur di kota saya.

Menjadi admin akun socmed sebuah perusahaan saja sudah bikin saya berjuta rasa tiap hari. Eh ternyata dapat tugas tambahan menjadi admin owner itu perusahaan. Makin seru deeeehhh hehehe...


Btw, saya pernah janji untuk cerita bagaimana serunya jadi admin social media office (SMO) sebuah perusahaan. Tapi, nanti aja ya. Cerita serunya jadi admin socmed bigboss lebih asoy geboy :D *emangnya jupe *

Bigboss saya ini adalah keturunan etnis tionghoa. Beliau tokoh masyarakat, tokoh politik, toko etnis, organisatoris dan pengusaha. Karirnya di politik pernah mencapai puncaknya pada tahun 2004-2009. 

Saat ini beliau lebih fokus pada berbagai bisnis dan usahanya. Jadi, bisa dibayangkan beliau ini sangat terkenal di kota saya. Bisa dikatakan pada umumnya warga kota tahu siapa beliau ketika disebut namanya.

Nah, beliau ini berniat aktif lagi di dunia politik. Sehingga dikemaslah bagaimana warga masyarakat tahu tentang segala aktifitas beliau dari sekarang. Karena selama ini kurang terekspos ke khalayak, kecuali jika ada event-event besar atau hal-hal yang berkaitan dengan usahanya.

Nah, saya yang sudah bekerja sebagai SMO di salah satu perusahaan beliau, ketiban durian runtuh deh *ketiban repot tepatnya :D*  jadi admin socmed khususnya FB.

Hanya butuh beberapa hari sehingga akun itu sangat populer. Sehingga dari hari ke hari belasan hingga puluhan permintaan pertemanan yang masuk. 

Sebagai admin, saya bertugas membuat status tiap hari minimal 3 kali sehari, memposting foto-foto aktifitas beliau dan menanggapi komentar dan membalas pesan yang masuk.

Awalnya saya sempat bingung status-status apa yang harus saya buat setiap hari. Tidak mungkin donk seseorang seperti beliau membuat status alay, galau atau hobi check in sejumlah tempat di socmed. Akhirnya saya punya ide untuk menuliskan kata-kata motivasi. Dengan bantuan mbah google tiap hari saya update status-status yang memotivasi.

Ternyata status-status tersebut disambut positif oleh teman-teman beliau. Setiap bikin status, bisa puluhan yang like dan koment.Begitu juga dengan foto-foto aktifitas beliau yang setiap hari selalu diupdate. 

Nah, repotnya adalah ketika ada pertanyaan di komentar atau inbox. Saya harus bisa menjawab dengan gaya bahasa beliau serta harus sesuai dengan kondisi dan situasi beliau.

Jika pertanyaannya standar, seperti "apa kabar pak ," "salam kenal pak," "terimakasih pak," tentu sangat mudah saya menjawabnya dengan jawaban standar.

Yang bikin pusing adalah ketika ada pertanyaan dalam bahasa mandarin dan pertanyaan yang memang harus dijawab berdasarkan pendapat beliau sendiri. Seperti ada yang meminta bantuan ini itu, meminta nomor Hp pribadi, meminta janji bertemu bahkan ada yang meminta kerja dll.

Awalnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu saya diamkan. Supaya tidak terjadi persepsi negatif dari teman-teman beliau di FB, saya biasanya "cuci tangan" dengan membuat status permintaan maaf jika ada komentar dan pesan yang belum bisa dijawab karena tingginya kesibukan hehehe

Hal itu saya lakukan, karena saya "takut" mengganggu beliau untuk meminta jawaban dari sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab, karena kesibukan beliau sangat padat. Hingga suatu hari saat pertemuan dengan beliau, saya mengutarakan sejumlah kendala tersebut.

Ternyata beliau sangat suka mendapat banyak pertanyaan dan meminta saya mengirim pesan jika ada pertanyaan-pertanyaan yang memang harus dijawab berdasarkan pemikiran beliau.

Setidaknya dengan komunikasi dengan beliau, saya terbantu untuk menjawab sejumlah pertanyaan-pertanyaan teknis. 

Lucunya jadi admin adalah ketika sejumlah orang yang saya kenal juga berteman di FB. Mereka bercerita tentang "kebanggaan" diajak berteman oleh beliau. 

Memang, saat baru membuat akun FB beliau, saya menginvite teman-teman saya di FB. "Wah bapak itu tidak sombong ya, mau berteman dengan semua orang," tutur seorang teman.

Bahkan ada teman-teman saya yang penasaran apakah status-status beliau ditulis sendiri. Biasanya saya menjawab "Ditulis sendiri dan kadang dibantu asisten," sambil tersenyum dalam hati.

Lucunya lagi ada teman sekantor yang tidak tahu kalau akun FB beliau dipegang oleh saya. " Wah big boss sudah punya FB. Bahaya nih kalau beliau baca status kita," tutur seorang rekan kerja.

Memang, di kantor bisa dikatakan hanya 3 orang yang punya jabatan penting yang tahu kalau FB beliau dikelola oleh admin. Sehingga "rahasia" beliau sangat terjaga.

Saat mengelola FB beliau, kadang ketawa ketiwi sendiri membaca beragam komentar khususnya pesan yang masuk. Kadang juga gondok dan bete dengan beberapa orang yang bisa dikatakan "jahil" dengan komentar-komentar yang mencari perhatian beliau. Namun saya harus bisa menjawab dengan ramah, santun dan bahasa yang luwes.

Tapi, dari mengelola akun FB beliau saya bisa mengukur kepopuleran beliau memang luar biasa. Wibawa dan rasa hormat warga kepada beliau juga terbukti masih terjaga, karena komentar-komentar dan pesan yang masuk bisa dikatakan 90 persen  baik, bagus dan sopan. Belum pernah saya membaca komentar yang menghujat beliau apalagi mencaci maki.

Hmm....udahan dulu ya...lain kali disambung cerita seru lainnya.daaaghh.. ***



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung