Loading

Selasa, 15 April 2014

Tatto si Peniru Ulung

Kejadian ini sudah beberapa hari lalu tapi baru sempat diceritakan sekarang. Waktu itu malam hari, saya dan seperti biasa si ceriwis Fitry, 2,7 tahun yang selalu ngikut belanja ke minimarket dekat rumah. Saat baru masuk, dekat kasir ada seorang cowok yang sedang membayar belanjaannya.


Tiba-tiba saja Fitry nyelutuk " itu kakinya napa dicolet colet (coret-coret) ?" hehehe....miss kepo beraksi deh kalau liat yang aneh-aneh. Saya mau menjawab itu adalah tatto, tapi bakalan panjang pertanyaannya karena ia yang tidak biasa mendengar kata tatto pasti akan nanya lagi. Jadi saya jawab aja " itu kaki oomnya lagi sakit," hehehe..aman dunia.
Gara gara liat kaki orang bertatto 

Dan seperti biasa Fitry akan membalas "oooo...." dengan gaya sok serius bin menggemaskan. Sementara si cowok cuma senyum aja mendengarnya.

Nah, keesokan malamnya saya kaget ketika mendapati Fitry sedang asyik mencoret-coret kakinya dengan pena. "Lho kok kakinya dicoret-coret, nanti jeleklah," dan dengan kalemnya dia menjawab " itu kayak oom kemalin (kemarin) mami". 

Ya ampun, diantara tawa yang saya tak dapat ditahan tapi ada perasaan khawatir juga melihat sikap Fitry yang suka meniru. Bayangkan jika dia melihat hal-hal yang aneh atau tidak pantas. Hadeeh tak terbayang deh.

Memang anak pada dasarnya adalah peniru ulung. Dia melihat, mendengar dan merekam di dalam memorinya dan kemudian suatu saat akan dia keluarkan lagi dan tentunya menjadi kejutan bagi kita selaku orang tua. Di dalam keluarga yang mempunyai anak yang sedang di dalam masa keemasan khususnya usia 1-3 tahun harus bisa menjaga sikap, ucapan dan perbuatan. Karena mereka akan meniru semua yang dia dengar dan lihat.

Orang tua juga perlu membimbing dan memberi pengertian kepada tentang apa yang ia lihat dan dengar. Untuk kasus Fitry saya sendiri merasa salah, karena waktu itu tidak memberikan pengertian yang tepat saat ia melihat kaki si cowok yang penuh tatto. 

Namun ketika menyaksikan sendiri ia meniru mencoret-coret kakinya, saya langsung memberikan pengertian kalau itu tidak baik karena bisa membuat dia tidak cantik lagi. Serta kalau mau menggambar harus di buku gambar yang udah ada.Syukurlah ia mengerti dan keesokan harinya tidak diulangi lagi.

Sebenarnya banyak lagi tentang cerita Fitry yang suka meniru ini, tapi di tulisan lain akan saya bagi. Ada yang juga punya pengalaman tentang anaknya yang suka meniru ? share yuk...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung