Loading

Sabtu, 19 April 2014

Saatnya Kita Semua Perlu Tahu : Obat TB Itu Gratis


Berbicara soal pengobatan, nyaris yang ada dipikiran setiap orang adalah uang. Ya, uang tentulah diperlukan untuk menebus atau membeli obat supaya penyakit yang kita derita sembuh. Bahkan tak sedikit yang malas memeriksakan dirinya ke pusat layanan kesehatan, karena tidak punya uang atau malas mengeluarkan uang untuk suatu penyakit yang dianggap sepele.

Namun, ternyata persepsi kebanyakan orang itu termasuk saya awalnya adalah keliru, karena untuk sejumlah penyakit ada yang obatnya gratis. Ya, gratis karena diberikan cuma-cuma hingga sembuh oleh pemerintah melalui  unit pelayanan kesehatan baik di tingkat kecamatan hingga provinsi.

Salah satu obat gratis dari pemerintah untuk sejumlah penyakit selain malaria dan HIV/AIDS adalah untuk Tuberkulosis atau TB. Bahkan, TB merupakan salah satu jenis penyakit yang gejala awalnya dianggap sepele oleh banyak orang. Karena gejala penyakit ini seperti batuk berdahak yang berkepanjangan, demam, serta sakit pada bagian dada masih dianggap sebagai penyakit yang tidak perlu penanganan serius oleh dokter.

Padahal sekecil apapun gejala penyakit yang ada pada tubuh manusia harus mendapatkan pemeriksaan untuk mendapatkan pengobatan agar sembuh. Apalagi penyakit TB yang bisa menulari orang lain bahkan merenggut nyawa penderitanya.

Karena gejala TB nyaris sama dengan penyakit batuk biasa, tapi ada ciri lainnya seperti batuk berdahak, ada noda darah di dahak, berkeringat dingin pada malam hari dan berat badan turun dratis. Jika kita, anggota keluarga, tetangga, teman dan orang yang kita kenal mempunyai gejala seperti itu sebaiknya sarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Biasanya untuk mengetahui apakah seseorang itu diketahui positif menderita TB, akan dilakukan sejumlah diagnosis, seperti melalui radiologi atau penyinaran di dada, pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan. Selain itu juga ada tes tuberkulin kulit dan tes darah. 

Jika seseorang dengan gejala tersebut di atas ternyata positif menderita TB, tidak perlu cemas untuk merogoh kocek yang dalam guna melakukan pengobatan hingga sembuh. Karena ada program pemerintah yang memberikan obat gratis selama 6-8 bulan.

Program obat gratis untuk penyakit TB ini sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 119/Menkes/SK/2004 tentang Pemberian Gratis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Obat Anti Retro Viral (ARV) untuk HIV/AIDS. Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai bentuk keseriusan menanggulangi penyakit TB  dan bahagian dari program Program Penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Dimana bisa mendapatkan OAT gratis ? Sangat mudah, karena bisa diperoleh di puskesmas, rumah sakit milik pemerintah, Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4) dan sejumlah penyedia layanan kesehatan lainnya yang ditetapkan pemerintah. 

Tuntaskan dan Sembuhkan TB dengan OAT Gratis

Saat seseorang diketahui positif menderita TB, ia harus datang setiap hari ke unit pelayanan kesehatan milik pemerintah dan atau yang ditetapkan pemerintah sebagai penyedia layanan OAT gratis, guna menjalani pengobatan dan menerima suntikan selama enam bulan sampai sembuh. 

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan ke pasien, sebagian besar dalam bentuk tablet kombinasi  atau paket  fix dose combination (FDC) yang berisi kombinasi obat INH, Rimfapisin, Pirazinamid, Entambutol.

Pada 2 bulan pertama pasien TB harus minum obat minimal sebanyak 4 macam obat, seperti Rifampisin, Isoniasid (INH), Pirazinamid dan Ethambutol. Kemudian empat bulan berikutnya diteruskan dengan 2 macam obat yaitu Rifampisin dan INH. 

Selama proses pengobatan itu, pasien TB harus rajin kontrol dan memperhatikan asupan gizi makanan. Pasien HARUS minum OAT setiap hari secara rutin, TIDAK BOLEH PUTUS apalagi menghentikan pengobatan. Meskipun nantinya akan merasakan sejumlah efek samping seperti nyeri perut, muntah, gatal-gatal, lemas, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, demam tinggi dan kaki terasa panas, obat itu harus tetap diminum.

Jadi peran salah seorang atau seluruh anggota keluarga sebagai Pendamping Minum Obat (PMO) bagi penderita TB untuk selalu minum obat dan kontrol teratur sangat penting. Sesibuk apapun seorang penderita TB harus minum OAT. 

PMO selain berperan dalam mengingatkan jadwal minum obat, juga penting dalam mengingatkan jadwal kontrol ke penyedia layanan kesehatan dan pendampingan. Tak kalah pentingnya adalah memberi semangat, membangkitkan kepercayaan diri dan memberikan motivasi untuk sembuh kepada pasien TB, agar mereka tidak malu dan putus asa karena penyakitnya bisa disembuhkan jika disiplin.

Mengapa harus rajin dan rutin meminum OAT selama enam bulan ? Jika penderita atau pasien TB lalai minum obat, akan menyebabkan kuman Mycrobacterium Tb penyebab TB yang ada di dalam tubuh menjadi kebal terhadap obat atau Multi Drug Resistance (MDR). Hal itu terjadi karena kuman Mycobacterium Tb tidak lagi mempan terhadap obat Rifampisin dan Isoniazid, sebagai dua obat penting dalam pengobatan TB.

Selain itu penderita TB yang tidak tuntas berobat, akan mudah menulari orang lain, sakitnya semakin parah dan bisa meninggal dunia, atau jika kembali menjalani pengobatan akan memerlukan waktu yang lebih lama hingga 1-2 tahun.

Jadi sangat rugi jika seseorang yang positif TB tapi malas atau malu berobat, karena Obat Anti Tuberkulosis itu GRATIS dan mudah didapat. Ya memang harus ditegaskan OAT GRATIS. Pasien hanya perlu rajin, sungguh-sungguh dan sabar serta rutin meminum obat sesuai dosis yang disarankan oleh petugas layanan kesehatan, serta melakukan pemeriksaan berkala untuk mengevaluasi dari efek obat, sebagai bagian dari pemantauan pengobatan. 

Jika sudah tuntas melakukan pengobatan dan teratur minum OAT selama 6 bulan dan sesuai dosis yang ditetapkan tanpa putus, biasanya akan ada pemeriksaan ulang dahak satu bulan sebelum akhir pengobatan. Jika pada akhir pengobatan tidak ditemukan lagi adanya kuman TB, maka pasien dinyatakan sembuh. Namun harus tetap menjaga kesehatan, menjauhi faktor penyebab TB dan penularannya serta mengkonsumi makanan sehat bergizi dan berpola hidup sehat.

Jadi, tak ada alasan lagi untuk malas atau malu mengobati TB, karena obat TB itu gratis !***


Tulisan ini dalam rangka Blog Competition Serial 2: Temukan dan Sembuhkan Pasien TB 


Referensi :

1.http://www.tbindonesia.or.id/
2. http://www.depkes.go.id/
3.http://www.stoptbindonesia.org/


























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung