Loading

Kamis, 03 April 2014

Ketika Podium Presiden Lebih Menarik Hati

Podium kesayangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ini merupakan tulisan lama di blog kompasiana dan saya daur ulang dan ditambah beberapa bagian. Karena udah lama tak update disana dan lebih senang di blog sendiri, jadilah sejumlah tulisan saya pindahkan ke blog ini. Tulisan ini waktu saya menghadiri Hari Pers Nasional tahun 2011 lalu di Kupang. Waktu itu dihadiri oleh Presiden SBY.


Bagi saya yang menarik saat pak presiden memberikan arahan sekaligus kuliah umum, bukan keinginan untuk berfoto bersama seperti yang diincar teman saya. Saya lebih tertarik kepada podium beliau. Ya, itu karena gara gara membaca buku Tetralogi Pak Beye dan Istananya karya Wisnu Nugroho terbitan Penerbit Buku Kompas. Karena ternyata itu podium kesayangan presiden dan selalu dibawa kemana saja saat beliau melakukan kunjungan kerja ke luar daerah kecuali saat meninjau bencana dan mobilitas yang cepat.

Tentu saja saya sangat penasaran dan ingin melihat dari dekat, merasa, meraba,menerawang hehehe...emang liat uang. Ya pokoknya saya sangat penasaran dengan podium yang dibuat khusus itu dan terbuat dari kayu jati muda pilihan.
Senangnya ketemu Mas Wisnu
Ketika acara usai, sejumlah orang yang mungkin punya pikiran sama dengan saya langsung berfoto ria di podium itu. Beraneka gaya, ada yang sambil mengacungkan tangan seolah-olah memang sedang pidato, menunjuk-nunjuk bahkan ada yang kaku ihihihi..

Sempat antri untuk bisa berfoto di podium itu, bahkan saya sempat kebingungan minta tolong dengan siapa, karena teman-teman lain lebih suka mengikuti pak presiden dan rombongan meninjau pameran.

Akhirnya saya berkesempatan juga untuk berfoto di podium kesayangan presiden itu dan difoto atas bantuan seseorang yang saya todong begitu saja. Tapi, saking nervousnya, saya lupa membelai, meraba bahkan menerawang hehehe...

Oh ya, di acara yang sama tapi tempat berbeda saya bertemu dengan Mas Wisnu Nugroho. Ingin minta tanda tangan tapi saya tak membawa buku karyanya. Cuma sempat basa-basi bilang saya suka bukunya dan menunggu buku selanjutnya. Mas Wisnu ternyata senang ketika mengetahui saya adalah pembaca bukunya. Akhirnya sebagai kenang-kenangan saya hanya berfoto bersama dengannya.




1 komentar:

  1. Mestinya kak ana berpose sedang berpidato ya...atau sedang kampanye....dng tangan diatas ala2 pak sby...lanjutkan!!! Hahaha

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung