Loading

Selasa, 25 Maret 2014

Seberapa Penting Asuransi Rumah ?

Tadi siang dapat broadcast di BBM tentang kebakaran yang melanda suatu wilayah di kota saya dan si pengirim BBM meminta warga yang punya kepedulian, untuk membantu semampunya melalui lembaga sosial yang ia kelola.


Setiap mendengar kata kebakaran, saya teringat sekitar tiga tahun lalu ketika rumah saya nyaris terbakar habis, akibat kebocoran tabung gas 12 kg di rumah tetangga yang persis bersebelahan. Untung waktu itu tetangga belakang rumah yang lokasi rumahnya lebih tinggi dari rumah saya, segera menolong dengan menyiramkan air dari bak penampungan airnya. Alhamdulillah hanya pakaian dalam yang sedang dijemur di belakang, plafon dapur dan pintu belakang yang terbakar.

Setelah kejadian itu, saya tidak bisa tenang dan selalu was-was. Apalagi rumah di komplek yang rapat dengan berbagai usaha di dalamnya, ada yang catering, jual makanan bahkan menjual gas isi ulang. Sewaktu-waktu kejadian yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Akhirnya, saya googling tentang asuransi rumah dan dari beberapa referensi yang saya baca jatuh pada Asuransi Sinar Mas. Saya mengirim email untuk bisa mendapatkan informasi detil dan ternyata ditanggapi cepat dan saya didatangi agen Asuransi Sinar Mas di kota saya.

Penjelasan sang agen kurleb dengan yang saya baca di webnya, cuma saya bisa bertanya lebih detil dan langsung mendapatkan jawaban. Akhirnya saya memilih premi yang terjangkau yakni Rp 240 ribu/ pertahun. Kalau dibagi 12 bulan setiap bulannya saya hanya membayar 20 ribu perbulan. Itu sama dengan beli nasi padang sebungkus plus minumannya !

Sistem pembayaran polis pun sangat mudah karena bisa online melalui transfer bank atau transfer tunai di bank. Kemudian juga bisa melacak status polis, pembayaran dan perubahan data dan perpanjangan polis via web resmi sinar mas.

Waktu itu nilai pertanggungan rumah saya minta hanya Rp 150 juta. Karena semakin tinggi nilai pertanggungan semakin besar premi yang harus dibayar. Bisa saja saya meminta nilai pertanggungan lebih tinggi, tapi saya juga harus siap untuk membayar premi yang besar tiap tahunnya. Intinya saya memilih premi yang terjangkau dengan kantong. 

Bagi saya bukan jumlah premi atau nilai pertanggungannya namun ketenangan hati karena tidak lagi was-was. Setidaknya saya sudah memprotek rumah saya dan ketika terjadi musibah seperti kebakaran, banjir dll sudah ada yang menjamin segala kerugian sesuai nilai tanggungan.

Meski sudah ada asuransi, tapi saya selalu berdoa agar dijauhi dari segala musibah baik anggota keluarga maupun harta benda saya. Asuransi itu penting bagi saya demi kenyamanan dan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ketika saya mengajak sejumlah kenalan, keluarga dan teman untuk bisa ikut memprotek harta benda mereka, ternyata banyak yang tanggapannya negatif. Padahal jika melihat nilai uang yang dibayar per tahun yang sangat murah dibandingkan dengan kenyamanan dan ketenangan hati karena tidak lagi was-was, jumlah uang itu tidaklah besar. Tapi itulah sifat manusia berbeda-beda dan mereka berhak menolak ataupun menerima. Kita hanya bisa memberi masukan, saran dan mungkin pertolongan jika suatu saat ia tertimpa musibah.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung