Loading

Kamis, 27 Maret 2014

Mie Aceh.....Maknyusssss :D

mie aceh hasil googling resep...lebih enak dari beli :)
Selamat makan siang semuanya...hehehe kebetulan nulisnya di jam makan siang. Btw pembaca semua suka masakan dari mana ? dari kota asal masing-masing atau suka semua kuliner asal enak dan sesuai di lidah ? Kalau saya termasuk penyuka semua jenis kuliner , ya itu tadi asal enak dan sesuai di lidah.


Meskipun orang minang, tapi saya tidak melulu harus makan masakan Padang. Saya suka makan rawon, coto makasar, mie aceh, pecal jawa, sego kucing dengan aneka jajanannya, soto betawi, sayur asem jakarta, tempe bacem, soto banjar dll.
Biasanya semua kuliner itu saya beli, tapi ada juga yang diantaranya saya belajar bikinnya dengan nyonyek dari googling. Para blogger yang nulis tentang resep masakan memang TOP deh. Mereka yang tak pandai masak jadi pandai, yang biasanya beli makanan bisa bikin sendiri hihihihi...terimakasih banyak untuk mereka yang suka share, berbagi ilmu, semoga makin cakep, ganteng, kaya, mudah rezeki dan panjang umur...aamiin :) 

Salah satu yang saya googling kemarin itu adalah mie aceh. Saat googling biasanya akan muncul sejumlah resep sesuai kata kunci yang kita cari. Nah, saya lebih suka memilih resep yang dipraktekan sendiri oleh yang nulis. Karena sekalian bisa konsultasi gitu plus pamer kalau resep mereka udah kita coba dan berhasil hehe..

Kalau nyontek resep dari blog yang cuma bisa majang resep tapi mereka tak praktekan langsung, kurang maknyus hihihi..soalnya kalau konsultasi eh tidak dijawab.Ya ialah, dia mungkin juga copas kale ..ups. Selain itu saya juga milih resep yang bahan-bahannya yang mudah didapat dan saya mengerti bahasanya. Itu lho, soalnya ada yang nulis sejumlah bahannya dalam bahasa daerah masing-masing. Terpaksa deh harus googling gambar lagi untuk tahu bahan itu apa dalam bahasa indonesia hehehe..seperti ada yang nulis brambang ternyata adalah bawang, trus ada yang nulis kunir dan ternyata itu kunyit. 

Tidak hanya itu, saya juga harus memastikan bahan-bahannya itu bisa dan mudah didapat di tempat saya. Karena beberapa kali pengin nyoba resep sering susah mencari bahan-bahannya, baik di warung, pasar apalagi swalayan, seperti paprika, daun mint, minyak zaitun dll.

Kemarin itu pengin makan mie aceh. Kebetulan penyakit malas lagi cuti, jadilah saya googling resepnya dan tralala saya menemukan blog yang tepat. Karena yang nulis orang aceh sendiri dan dia memang sudah mempraktekan sendiri. 

Blog mba nani afrida saya temukan setelah menelusuri sejumlah opsi yang diberikan mbah google. Saya baca bahan dan cara pembuatannya, ternyata semua bahannya saya mengerti dan kebetulan lagi ada di kulkas khususnya bahan utama, kecuali pelengkap seperti kol, wortel dan timun serta melinjo yang tidak terlalu penting menurut saya karena cuma sebagai pelengkap :) 

 Sambil masak sempat penasaran gimana rasanya dan tak sabar mencicipi. Akhirnya mienya siap dihidangkan dan disantap...hmmm..rasanya maknyus bin lezatos.Kalah deh mie aceh yang selama ini biasanya beli. Ya ia donk, kalau bikin sendiri kita kan tidak pelit bumbu apalagi tidak pelit dengan salah satu bahan utama seperti udang yang memang jadi kunci bikin rasa mie acehnya super duper enak ini. Selain itu saya juga menambahkan saori saos tiram dan ini juga menjadi salah satu kunci kelezatannya hehe

Kebetulan waktu itu tetangga main ke rumah dan saya tawarkan dan senangnya ketika dibilang enak dan eh minta nambah lagi hehehe.

Mau juga resepnya, silahkan klik blognya mba nani afrida atau saya juga bisa copaskan. Ijin ya mba nani :)   BAHAN
Mie telur satu plastic ukuran besar 
Kentang satu buah kupas dan potong kotak-kotak kecil
Daun Bawang dan daun seledri masing-masing satu tangkai atau tergantung selera
Tomat satu buah potong kecil
Cabai merah 5 buah rajang miring (Bisa lebih tergantung selera)
Daging ayam (bisa juga diganti daging sapi atau udang atau kepiting—sesuai selera)
Saya kadang menambahkan baso ikan biar lebih oke
Telur ayam satu butir
Bawang merah satu siung diiris
Bawang putih satu siung diiris
Kecap
Garam/Gula
Mecin
Irisan jeruk nipis
Irisan tomat
Minyak untuk menumis lima sendok makan
TAMBAHAN AKSESORIS  (saya tidak memakai tambahan aksesoris ini, tapi kalau mau juga tidak masalah. Malah lebih ramai)
Toge
Kol  secukupnya
Wortel

BUMBU HALUS
Lada satu sendok teh
Ketumbar satu sendok makan
Kunyit seperempat sendok teh
Cabai halus –tergantung selera (kalau saya suka memakai hingga 1.5 sendok makan sehingga warna merahnya aduhai)
Bawang merah 3 siung dihaluskan
Bawang putih 1 siung juga dihaluskan
Kapulaga 1 buah dihaluskan
CARA MEMBUAT
Panaskan minyak, tumis 1.5 sendok makan cabai halus (ini rahasianya bila ingin masakan Anda lebih merah dan mengugah gairah J )
Tumis ayam, baso, bawang merah, bawang putih dan kentang hingga matang
Masukkan bumbu halus lainnya, lada, ketumbar, kunyit, bawang merah, bawang putih kapulaga  dan ketumbar. Aduk.
Singkirkan bahan2 yang sudah ditumis tadi ke pinggir panci, masukkan telur dan orek2 telur tersebut. Kalau telur sudah masak baru deh diaduk dengan bahan2 yang disingkirkan tadi. (Kalau minyak sepertinya kurang, bisa ditambah mentega atau minyak sedikit lagi)
Masukkan kecap, gula, garam, mecin secukupnya
Masukkan tomat
Tambahkan air setengah liter. Tunggu mendidih
Masukkan mie, daun bawang dan daun seledri.
Jangan lupa dirasa-rasa untuk memastikan bumbu yang kurang
Ketika mie sudah matang dan kuah mengental angkat deh.
Siap dihidangkan dengan tomat, irisan jeruk, timun atau kalau ada kerupuk melinjo.
Jadi dehh…


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung