Loading

Jumat, 21 Maret 2014

Koperasi itu Memudahkan Anggotanya

Lembaga pembiayaan keuangan non bank sekarang ini makin menjamur sehingga persaingan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada calon nasabahpun gencar dilakukan. 

"Anda butuh uang tunai, cukup serahkan BPKB motor/mobil anda, uang akan cair dalam 15 menit"

"Butuh uang tunai dan dapat asuransi ? silahkan hubungi nomor 08****** "

" Sekarang ini tidak zamannya lagi ribet untuk mendapatkan dana tunai, kami siap memberikan solusi dalam hitungan menit"
koperasi perempuan peduli kota tanjungpinang mendapatkan penghargaan
senang plus bangga :) 


Begitulah contoh-contoh selebaran dari sejumlah perusahaan pembiayaan keuangan yang nempel dimana-mana, dari tiang listrik, pohon, angkot hingga pagar rumah tak bertuan.

Memang sih perusahaan tersebut memberikan kemudahan dalam prosesnya, tapi ternyata bunga yang harus dibayar lumayan. 

Tapi, bagi kebanyakan nasabah yang penting saat mereka membutuhkan uang adalah bisa cepat mendapatkan tanpa harus menunggu lama apalagi proses berbelit-belit. Sehingga bunga dan totoal angsuran yang dibayar tiap bulan menjadi banyak tidak masalah bagi mereka. 

Semudah apapun solusi keuangan yang diberikan oleh lembaga pembiayaan keuangan non bank tersebut, tapi menurut saya masih bersahabat jika kita menggunakan jasa koperasi. 

Karena sesuai prinsip koperasi yang menerapkan asas kekeluargaan yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sehingga dalam prakteknya koperasi juga memberikan kemudahan kepada anggotanya.

koperasi perempuan peduli kota tanjungpinang mendapatkan penghargaan
foto bersama pengurus dan anggota Kopwan Perempuan Peduli
Seperti koperasi wanita yang saya kelola bersama teman-teman. Koperasi Wanita Perempuan Peduli yang didirikan pada tahun 2009 lalu, berawal dari arisan sekelompok ibu-ibu.

Dalam perjalanannya, ada ibu-ibu yang ketika kesulitan uang dan meminta pinjaman dari uang kas arisan. Saat itulah pengurus arisan terpikir untuk membuat koperasi saja.

Apalagi saat itu memang sedang ada program koperasi wanita dari pemerintah daerah. Akhirnya dengan modal Rp 2 juta pinjaman ketua arisan, dibentuklah koperasi wanita dengan meminjamkan uang tersebut kepada 6 orang anggota. 

Sistem pengembaliannya waktu itu dengan sistem bunga 10 persen dan dikembalikan perbulan.

Tahapan selanjutnya, kami pun mengurus akte pendirian ke notaris dengan melengkapi sejumlah syarat salah satunya rekom dari dinas koperasi setempat.

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan setiap tahun kami juga mendapatkan undangan pelatihan dari dinas koperasi tingkat kota maupun provinsi. 

ketua koperasi wanita perempuan peduli kota tanjungpinang ruziana mendapatkan penghargaan
Saat RAT yang dihadiri oleh pejabat dari dinas koperasi
Jenis koperasi yang kami pilih memang koperasi jasa, yakni simpan pinjam. Untuk sementara yang berhak meminjam adalah yang tercatat sebagai anggota koperasi. 

Sistem peminjamanpun sangat mudah, tanpa agunan. Cukup menyerahkan fotokopi KTP dan saat menerima uang pinjaman menandatangani kwitansi. Disini memang azaz kekeluargaan dan kepercayaan sangat menonjol, sehingga hingga saat ini belum ada masalah yang menyulitkan kami.

Memang koperasi wanita yang saya kelola bersama teman-teman belum profesional seperti koperasi-koperasi milik BUMN atau kantor pemerintah yang memiliki manajer dan kantor sendiri.

Koperasi wanita kami memang punya sekretariat, tapi mengingat setiap bulan pertemuan diadakan berpindah tempat sesuai jadwal arisan, sekretariat itu tidak terlalu berfungsi. Namun, program koperasi kami berjalan lancar.

Tahun 2011 lalu koperasi kami mendapatkan penghargaan bersama 19 koperasi lainnya, sebagai koperasi berprestasi di Kota Tanjungpinang. 

Sebagai reward koperasi kami mendapatkan dana penguatan modal Rp 5 juta.Alhamdulillah, uang itu kami jadi modalkan dan diputarkan lagi ke anggota. 

Tahun 2011 itu juga kami mengajukan modal dana bergulir ke Pemprov Kepri dan alhamdulillah mendapatkan bantuan Rp 50 juta. Hingga bulan Maret 2014 ini, dana tersebut sudah berkembang menjadi sekitar 90 juta.

ketua koperasi perempuan peduli kota tanjungpinang ruziana mendapatkan penghargaan
berbagi kebahagiaan dengan anak yatim piatu
Dari dana Rp 50 juta itu, kami harus mengembalikan dana pokok dan bunga melalui bank yang ditunjuk dengan jumlah angsuran pokok sama setiap bulan, namun angsuran bunga menurun.

Sementera sistem pinjaman anggota, kami menerapkan bunga 15 persen per tahun. Bunga tersebut bisa dibilang cukup rendah. Dari angsuran dan bunga yang dikembalikan tiap bulan, kami terus bergilir meminjamkan uang ke anggota. Minimal anggota bisa meminjam Rp 2 juta dan maksimal Rp 15 juta.

Alhamdulillah dana yang dipinjam anggota digunakan untuk menambah modal usaha dan membuka usaha atau keperluan mendadak lainnya. Ada yang punya usaha berjualan pakaian, kelontong, makanan kecil dll.

Kembali seperti yang saya tulis di atas, jika sistem koperasi lebih bersahabat, karena selain tidak menggunakan agunan juga rasa kebersamaan memang menonjol. Seperti beberapa kali ada anggota yang butuh uang sementara ia belum dapat giliran meminjam, tapi kami pengurus bersedia memprioritaskannya.

Begitu juga ketika ada anggota yang kesulitan membayar, kami masih memberikan tenggang rasa tapi dengan syarat ia harus tetap menunjukan itikat baik bisa mencicil sesuai kemampuannya.

Hal tersebut saya yakin tidak akan terjadi pada lembaga pembiayaan keuangan apalagi non bank. Macet membayar maksimal 2 bulan saja agunan yang dijaminkan pasti akan dilelang.

So..bagi yang belum punya koperasi ayo bentuk. Mudah kok membentuknya, cukup dengan minimal 20 orang anggota saja. Untuk info lanjut bisa menghubungi dinas koperasi di kota anda berada. Mari berkoperasi :) 







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung