Loading

Jumat, 28 Februari 2014

Dan...saya benar-benar kehilangan Ayek :( :( :(

kenangan bersama Ayek 3 tahun lalu :(

Tulisan ini saya buat dengan perasaan campur aduk, duka, sedih yang mendalam, kesal dan sebagainya. Saya berduka karena hari ini Jumat, 28 Februari 2014 sekitar jam 8 pagi Ayek atau kakek saya meninggal dunia di kampung kelahiran saya, Padang. Saya sangat sedih karena tidak bisa pulang kampung untuk menghantarkan beliau ke peristirahatan terakhir. Saya kesal kenapa saya tidak pulang kampung ? haruskah kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan ini saya terobos ? saya bingung, kesal, sedih dan entahlah...tapi saya hanya bisa menuliskannya di antara deraian air mata yang mengalir.


Waktu kecil saya sangat dekat Ayek, karena saya adalah cucu pertama. Saya sering ikut Ayek ke sawah yang berada di belakang rumah kami. Ikut membantu masuk ke lumpur membuang rumput yang menjadi hama padi, membuang keong emas yang merusak padi, menanam jagung, mencabut rumput di halaman, memancing ikan.

Kenangan masa kecil itu sangat indah bersama beliau. Ayek yang sangat aktif, orangnya tak pernah diam. Di usia senjanya di atas 70 tahun pun masih turun ke sawah dan pergi berburu. Ketika mendengar Ayek sakit empat tahun terakhir saya sangat takut kehilangan beliau. Rasa takut itu saya tuangkan pada tulisan di Kompasiana.

Tadi malam, sepupu saya BBM mengabari Ayek sakit lagi. Sebenarnya sakit Ayek memang sering kambuh. Sakit maag kronis. Tadi malam itu saya sarankan agar Ayek kembali dibawa ke rumah sakit. Kata sepupu saya esok pagi atau hari ini akan dibawa kembali ke rumah sakit.

Saya juga menyarankan agar ayek dikasi air gula hangat, supaya tubuh Ayek kuat karena muntah muntah. Ada perasaan tak enak malam ini. Darah saya berdesir-desir dan saya pun sempat mengupdate status di BBM tentang kegelisahan itu. 

Dan...tadi pagi sekitar jam 10 adik dan paman saya menelpon memberi kabar duka. Di BBM ternyata sepupu saya juga memberi kabar itu. Saya telat tahu karena HP dan BB di cas dr td malam baru ingat untuk diaktifkan. Saya hanya bisa menangis mendengar kabar itu dan minta maaf pada paman karena saya tidak pulang ke padang.

Saya tidak bisa memaksakan kondisi ini. Jadwal pesawat ke padang hanya 2 kali sehari, pagi dan siang. Kalau pagi sudah tidak mungkin, dan untuk siang saya harus berlomba dengan waktu dari Tanjungpinang ke Batam, karena hanya dari Bandara Hang Nadim Batam ada rute Batam-Padang karena di Bandara RHF tanjungpinang belum ada rute ke Padang.

Tapi, saya sangat tidak mungkin. harus mencari tiket ya memang bisa via telepon kepada teman yang menjual tiket online. tapi saya juga harus berkemas, naik kapal ke batam selama 1 jam. Dari pelabuhan kapal ke bandara 30 menit. Waktu yang sangat sempit dan kemungkinan besar saya tidak bisa mengejar pesawat pukul 12 siang :( :(

Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa Ayek, tempatkanlah beliau di tempat terbaik-MU.Berilah kami keluarga yang ditinggalkan kesabaran dan ketabahan. Kami memang kehilangan jasad beliau, tapi segala petuah, contoh dan tauladan beliau akan tetap saya ingat..aamiin

اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نُزُله. ووسع مُدخله. واغسله بالماء والثلج والبرد ، ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس ، وأبدله داراً خيراً من داره ، وأهلاً خيراً من أهله وزوجاً خيراً من زوجه وأدخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار

Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air, salju dan embun. Sucikanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana pakaian disucikan dari najis. Gantikan untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, gantikan untuknya keluarga yang lebih baik dari keluarganya, gantikan untuknya isteri (pasangan) yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah ke dalam surga dan lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka


Saya juga mohon doa dari pembaca semua untuk almarhum Ayek saya. Terimakasih 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung