Loading

Selasa, 21 Januari 2014

Beratkah Membayar Iuran Sampah ?

Setiap melewati jalan baru itu saya selalu kesal, karena melihat kantong kresek yang berisikan sampah berserakan di pinggir jalan. Kantong-kantong itu sengaja dibuang oleh oknum oknum warga yang pelit mengeluarkan uang untu membayar iuran pungutan sampah,sehingga memilih membuang sampah rumah tangga mereka di pinggir-pinggir jalan yang sepi dan gelap.

Ya, tadi sore saya kembali melewati jalan baru dan menyempatkan untuk menjepretnya meski sambil mengomel. Bayangkan saja itu sepanjang pinggir jalan itu bertaburan kantong-kantong kresek yang didominasi warna hitam.Kalaupun ditumpuk di suatu tempat mungkin kelihatan lebih "manis".Tapi itu kantong-kantong sampah sengaja dilemparkan begitu saja saat mereka mengendarai motor atau mobil, sehingga tampaklah seperti dalam foto ini.
kantong kantong kresek berisi sampah rumah tangga yang dilempar oleh oknum oknum warga

Lokasi tersebut bukan satu-satunya tempat pembuangan sampah ilegal bagi oknum warga yang pelit untuk membayar iuran sampah, masih banyak yang belum saya jepret. Maaf, kesannya sedikit kasar mengatakan mereka pelit, tapi itulah kondisinya. Karena di kota kami, Tanjungpinang dan mungkin sama di kota-kota lainnya, sampah itu diangkut oleh petugas kebersihan dan kita membayar mereka tiap bulan melalui petugas RT. Ataupun jika diangkut oleh swadaya masyarakat tetap saja membayar iuran karena sampah-sampah rumah tangga itu akan diolah di tempat pembuangan akhir resmi.

Di komplek perumahan saya, iuran sampah digabungkan dengan iuran petugas keamanan. Cuma Rp 20 ribu perbulan dan menurut saya itu jumlah yang sangat murah dan terjangkau. Cukup membuang sampah di tong sampah di depan rumah, tiap hari petugas kebersihan mengangkutnya, sangat memudahkan dan membantu kita.

Kalaupun untuk komplek-komplek yang lebih besar dan perumahan elit, iuran sampah dan keamanan rata-rata Rp 50 ribu perbulan. Sementara untuk rumah warga yang tidak berada dalam komplek perumahan, pemerintah juga menyediakan bak-bak sampah di sejumlah tempat dan mereka harus membuang sampah di situ.

Tapi, kenyataannya masih banyak warga yang malah yang tidak mematahui aturan yang sudah dibuat. Mereka lebih suka membuang sampah di sembarang tempat yang sepi dan gelap khususnya sengaja membuang pada malam hari. Ironisnya jika di dekat tempat tinggal mereka ada parit, mereka lebih suka membuang sampah ke parit.Mengeluarkan uang 20 ribu-50 ribu perbulan bagi mereka sangat beraaaat !

Jika musim hujan datang, itu parit-parit akan tersumbat dan banjir. Mereka mengeluh macam-macam dan endingnya pemerintah yang disalahkan dengan berbagai tuduhan. Padahal menjaga lingkungan itu adalah kewaiban bersama antara warga dan pemerintah. Untuk apa pemerintah sudah menyediakan bak-bak sampah, petugas kebersihan dan tempat pembuangan akhir sampah tapi warganya banyak yang masih suka membuang sampah sembarangan.

Semoga kesadaran warga di kota saya ini tiap hari makin bertambah untuk peduli kebersihan dan lingkungan. Moga suatu hari nanti tidak ada lagi kantong-kantong kresek sampah yang bertebaran di pinggir jalan dan mengganggu kenyamanan.Semoga

1 komentar:

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung