Loading

Senin, 31 Mei 2010

Prasasti Cinta di Beranda Facebook

Saya suka menulis status tentang rasa sayang, cinta, rindu, pujian dan berbagai hal -yang pasti baik -terhadap suami tercinta di beranda FB. Tak jarang status mendapatkan komentar dan tanda jempol dari kawan-kawan.Tapi tak jarang juga yang mengejek dengan terangan-terangan, becanda di kolom komentar, bahkan di suatu kesempatan kalau bertemu saya.

Bagi saya itu biasa. Tanggapan orang wajar berbeda sesuai isi kepala mereka. Yang jelas itu hak saya menuliskan apa yang saya pikirkan tentang suami saya tercinta atau yang biasa saya tulis Bang Ude di FB. Saking seringnya nama itu tertulis, banyak kawan-kawan yang hafal dan penasaran dengan sosok suami saya yang memang mungkin cuma satu fotonya di FB saya.

Berbagai ungkapan ungkapan untuk bang ude sengaja saya tulis bukan untuk sok pamer, memanas-manaskan orang lain atau sebagainya. Tapi, itulah ungkapan hati saya, rasa cinta, sayang, rindu, kagum, lucu dll.

Mungkin ada yang mengganggap saya lebai dan memonyongkan bibirnya saat membaca status-status saya itu. Tapi sekali lagi biarlah. Yang jelas, status-status itu adalah prasasti cinta saya pada bang ude. Suami yang mengasihi saya dan begitu juga saya sebaliknya.

Prasasti cinta itu biarlah menjadi rekam jejak, bukti ketulusan saya kepada bang ude. Suatu saat nanti itu akan jadi bukti betapa seorang istri mencintai suaminya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Atau ketika saya mungkin lebih dahulu "pergi" ke sang pencipta, semua jejak itu akan menjadi kenangan terindah bagi bang ude , yang akan dia lihatkan kepada anak cucu saya nantinya.

Seperti malam ini saya menuliskan status :aku tahu kmu tak seromantis BJ Habibie,tp yakinlah cintaku setulus Alm Asri Hainun Habibie .ku percaya puisi cintamu hanya tersimpan di hati, tp kau pasti tak menyadari rasa kasihku ini sudah sering terprasasti di dinding FB ini

Atau pada malam minggu kemarin saya menuliskan status :merindukan masa2 tiap malming kau jemput aku.bunyi khas motormu sbg tanda kdtanganmu.ktika kulihat senyum di bibirmu, degup rindu pun luluh.wangi parfum kesukaanmu segarkan hatiku mlm itu...*kpn terulang lg ya bang ude...? hehehe*

Semoga apa yang saya lakukan bisa menjadi inspirasi untuk para istri-istri lainnya tuk berani dan tidak malu mengungkapkan rasa sayang pada suami. Mengapa harus malu ? suami kita adalah pemimpin kita, yang wajar kita banggakan.

Terserah apa kata orang, yang jelas I Love U Full Bang Ude....Terimalah prasasti cinta ini sebagai hadiah sepanjang masa dari dayangmu tercinta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung