Loading

Rabu, 05 Mei 2010

Kekuatan Pikiran Terbukti Lagi : Bertemu dan Tampil Bareng Asma Nadia

penulis perempuan/sastrawan kota tanjungpinang,ruziana jadi narasumber di acara perpustakaan kepri
Ruziana, penulis wanita tanjungpinang saat jadi narasumber bersama Asma Nadia


Kekuatan pikiran...saya sangat percaya dengan hal itu. Khususnya hal-hal positif dari dari kekuatan pikiran. Beberapa bukti dan mungkin sudah banyak bukti kekuatan pikiran saya yang terwujud.

Sejumlah bukti tentang kekuatan pikiran sudah pernah saya tulis di blog ini.Kali ini saya akan menceritakan bukti kekuatan pikiran yang terbaru. Saya bertemu penulis buku nasional dan best seller Mba Asma Nadia. Bahkan saya tampil sepanggung dengan beliau dalam sebuah acara bedah buku baru-baru ini.

Subhanallah...itu yang saya ucapkan ketika wujud penulis imut dan selalu ceria berdiri di hadapan saya,kami bersalaman dan duduk bersebelahan.Tanpa malu-malu saya mengatakan di depan forum yang berjumlah kurang lebih 500 orang kalau saya sangat senang bertemu beliau. Bahkan saya menyatakan mimpi saya terwujud hari itu.

"Setiap saya membaca karya penulis-penulis besar,saya selalu berpikir suatu saat saya akan bertemu dan bisa tampil bersama.Ternyata hari ini terwujud dan kekuatan pikiran itu memang benar-benar ada," tutur saya lantang.

Mba Asma Nadia yang saat itu tampil dengan gaya simpel,enerjik dan santai tersenyum mendengar pengakuan saya.Bahkan ketika saya bilang saya bisa duduk dekat beliau,dengan spontan ia mendekatkan pipinya ke saya....betul-betul seorang wanita yang rendah hati dan menyenangkan. Itu kesan pertama saya.


Kesempatan bisa tampil bareng dengan penulis buku Mak Ingin Naik Haji itu, berkat Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri. Instansi tersebut mengadakan bedah buku dari penulis nasional dan penulis lokal pada Selasa 4 Mei 2010 di Hotel Bintan Permata Tanjungpinang.



Awal April lalu Hp saya berdering dengan nomor Mba Dian mantan penyiar RRI Tanjungpinang. Karena tak sempat mengangkat, saya mengirim pesan singkat ke beliau kalau saya sedang menghadiri sebuah acara.


Tak lama kemudian beliau menelepon lagi dan mengatakan kalau saya akan diundang menjadi narasumber di acara yang akan diadakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri. Ternyata dalam acara itu nantinya Mba Dian akan jadi moderator.

Saya pun berbicara langsung dengan panitia acara Bu Hafsah dan beliau meminta saya datang ke kantor itu.Tanpa membuang waktu saya pun ke kantor beliau dan menerima penjelasan tentang rencana kegiatan itu.

penulis perempuan/sastrawan kota tanjungpinang,ruziana jadi narasumber di acara perpustakaan kepri
Ruziana penulis wanita kepri dan Asma Nadia pamer buku masing masing :) 
"Tunggu nanti saya hubungi lagi tuk ambil SK awak jadi narasumber dan undangannya sekaligus. Sekarang baru dipersiapkan," kata wanita yang ramah tersebut. 

Rasanya saya mau langsung update status di FB tentang rasa gembira itu.Tapi saya tahan. Bahkan status yang mengarah-arah pun saya tak buat.Entah mengapa ada keraguan kalau nanti saya bisa saja tak jadi untuk jadi narasumber.

Bahkan saya sempat berpikiran "negatif" kalau ada yang tahu saya akan jadi narasumber dalam acara itu, dan orang yang mungkin punya rasa yang tidak baik itu akan mempengaruhi kantor itu. Sehingga saya bisa batal jadi narasumber.

Soalnya ada pengalaman kawan yang seperti itu. Jegal menjegal akibat rasa syirik. Jadi berita baik itu saya simpan saja dalam hati dan tidak mau saya ceritakan ke siapapun.

Ketika dua minggu kemudia saya mendapatkan SK bahwa saya sah menjadi narasumber di acara itu, baru saya berani menceritakannya kepada kawan yang saya percayai. Bahkan ketika hari H sudah mendekat dan Bu Hafsah kembali menelpon, saya pun makin merasa mantap.

Akhirnya, hari H itu pun datang juga dan saya tampil di hadapan perwakilan siswa siswi SLTP, SLTA dan mahasiswa serta para guru pendamping. Dengan cantiknya spanduk bertuliskan Bedah Buku :Asma Nadia " Emak Ingin Naik Haji dan Unizara :Penyengat Aku Akan Kembali bertengger di dinding panggung utama aula hotel mewah itu.

Terimakasih tak terhingga saya ucapkan kepada Bu Hafsah dan khususnya Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri, yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk bisa berbagi ilmu meskipun sedikit dan berbagi pengalaman dengan adik-adik tercinta.

Semoga dari sekian ratus yang hadir nantinya akan jadi penulis semuanya. Minimal menulis di blog pribadi yaa..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung