Loading

Jumat, 02 April 2010

Empek Empek Terbang

Masa yang indah :) 
Sibuk-sibuk berita soal ujian nasional, saya ingat pengalaman waktu mau ujian EBTANAS 11 tahun lalu waktu masih duduk di bangku SMU. Persiapan ujian identik dengan belajar, ya jelaslah ga mungkin identik luluran, medicure, pedicure hehehe...emangnya mau persiapan nikah.

Saya dan gank memilih belajar kelompok. Maksudnya kita belajar bersama, membahas soal-soal latihan bersama dan nyontek bersama...ehhhh yang ini ga boleh meski ngarep.


Belajar bersama juga identik dengan tidur bersama, mandi bersama, makan bersama, ketawa bersama dan sedih bersama serta ngutang bersama ....Lho kok semuanya bersama Ya ialah, karena kami tinggal di sebuah rumah khusus yang memang diperuntukan belajar bersama.Yang cowok boleh ikutan belajar, tapi tak boleh ikutan numpang tidur....No Way...!!!


Masa SMA masa yang indah

Hebatkan ? belajar bersama saja disediakan rumah khusus oleh guru...ga ding, emangnya asrama pelajar. Rumah itu adalah milik seorang teman kami yang bersana Reni. Kami memanggilnya Mama Iren.Karena orangnya ngemong banget...dan kita menjadi anak di rumahnya hehehe..*luv u mami iren*



Mama Iren waktu itu cuma tinggal berdua dengan pamannya. Kedua ortunya udah meninggal dan kakaknya merantau dan tinggal di Jakarta. So...rumah Mama Iren paling cocok untuk belajar, karena tidak banyak penghuninya.



Kalau pembaca mengira kok begitu mudahnya kami bisa belajar bersama di rumah kawan, tak ada ortu yang mengawasi. Hmm..jangan berpikiran begitu...penuh perjuangan untuk menyakinkan orang tua kalau kami mengungsi jauh-jauh dari rumah adalah untuk meraih nilai terbaik.



Setidaknya itu yang saya rasakan. Susahnya menyakinkan mak saya supaya kasi izin bisa belajar bersama di rumah Mama Iren yang terletak belasan kilo meter dari rumah.

Tapi, niat baik tentu hasilnya baik meski ada kenakalan juga saat belajar hehehe....Namun tetap saja kami semua lulus dengan nilai yang memuaskan dan hasil nyata sekarang kami tetap menjadi orang.Ya ialah emangnya bisa berubah menjadi patung.

Lho kok nakal ? karena waktu belajar kami juga nyelipin dengan bikin acara masak-masak dan jalan-jalan hahaha...Salah satu acaranya masaknya adalah nyobain bikin empek-empek.

Selama ini kami cuma dengar tentang empek-empek makanan khas dari palembang.Tapi dasar gank yang sok tahu dan selalu pengin nyoba. Kami pun mikir resepnya, ada yang bilang ini resepnya terbuat dari beras pulut, gula merah dan santan....lah ini resep bubur ketan hehehe.

Ada yang bilang resep tepung terigu, gula, telor, mentega...yach itu kan resep bikin kue bolu xixixi. Akhirnya dengan resep hasil khayalan kami, diputuskan iuran beli bahan empek-empek, tepung terigu, tepung kanji, telor, bumbu dapur, minyak goreng, gula merah dll. Yang tukang adonan seperti biasa mami iren yang jago masak dibantu kita-kita semua. Hasilnya jadilah adonan yang siap digoreng.

Minyak pun dipanaskan. Sambil nunggu minyak panas, empek-empek itu bulat-bulatkan oleh para cewek. Sedangkan yang cowok menghibur kami sambil main gitar di ruang tamu. Yup inilah waktunya, minyak pun dah berasap. Satu persatu bulatan empek-empek versi kami dicemplungin ke dalam kuali. Sedetik,dua detik dan satu menit empek-empek bola adem ayem saja dalam minyak panas.

Namun kemudian, satu persatu tiba-tiba empek empek itu meletus, meloncat dari kuali dan jatuh ke lantai. Diantara kaget kami juga tertawa terbahak-bahak melihat fenomena aneh itu.

Satu persatu empek-empek yang berserakan di lantai kami masukan lagi ke dalam kuali. Padahal lantainya kan udah keinjak-injak kaki kami. Tapi kan prinsipnya "belum lima menit" xixixixi...

Trus supaya tidak loncat, kuali kami tutup pakai tutupnya panci.Tapi, pas kira-kira udah matang dan tutup panci diangkat, itu empek-empek bola kembali meloncat-loncat bagaikan menari india...

Jadilah kami sibuk mengumpulkannya dari lantai yang lagi-lagi penuh dengan si kuman nakal. Para cowok yang nungguin di ruang tamu pengin tahu mengapa dari tadi kami heboh di ruangan tengah.

Merekapun masuk ke dalam ruangan tengah dan ikutan tertawa melihat aksi kami kejar-kejaran dengan si empek-empek nakal. Akhirnya dengan penuh perjuangan, tuntas sudah semua adonan empek-empek digoreng meski harus berkeringat sebesar biji durian.

Meski dengan resep hasil rekayasa, empek-empek bola nakal kami ternyata enak juga. Namun masih kurang kuahnya. Bumbu untuk kuah udah disiapkan. Cabe rawit, bawang merah, bawang putih, tomat muda dan gula merah.

Gula merah yang udah diiris tipis dipanaskan bersama air.Terus dimasukan dengan semua bumbu yang udah diiris-iris. Sambil menunggu mendidih, tiba-tiba salah satu teman saya, liza mencoba mengaduk-aduk gula merah yang masih belum lumer.

Entah apa yang terjadi,tiba-tiba kualinya oleng dan menumpahkan isinya nyaris setengah. Oh noooo.....! kami menjerit histeris membayangkan gagal menikmati empek-empek dengan kuahnya.

Tapi, kami tak kehilangan akal.Cepat-cepat semua bumbu yang tumpah diambil dan dimasukin lagi ke dalam kuali tanpa dicuci hhhiiiiiiiiiiiii...Bahkan saya sempat memungut cabe rawit yang berada dekat tumpukan sandal woooowwww......Kuahnya yang tumpah kami ganti dengan air dan untung stok gula merah banyak, jadi masih bisa ditambah. 

Para cowok yang masih asyik di ruang tamu tak tahu kejadian ini. Karena kami pura-pura tak ada masalah. Entah mengapa, saat menikmati empek-empek bersama-sama, seolah-olah kejadian tadi tidak ada.

Entah karena lapar atau memang doyan, sebaskom empek-empek ludes. Alhamdulillah besoknya tak ada yang dirawat di rumah sakit karena diare hehehe...

Tapi kalau membayangkan sekarang, saya hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. Sumpah ga mual...malah pengin nyoba lagi hehehehe...***End

2 komentar:

  1. jiaaahh..sama kita mbk, empek2nya keluar dr wajan, jd wktu bikin kedua kalinya, wajannya aku tutup pakek tutuppanci..hehe

    BalasHapus
  2. hehehe...ini kan mpek mpek ala anak SMA alay jadul hihihi..sekarang malah sy tak pernah bikin hihihi

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung