Loading

Senin, 08 Maret 2010

Saya adalah Saya

Di dalam lingkungan masyarakat,kantor dan organisasi sering kita temukan seorang wanita yang sudah menikah dipanggil dengan nama suaminya.Bahkan tak jarang nama asli wanita itu hilang entah kemana.

Bagi wanita yang mempunyai suami yang berpangkat,jabatan dan penghasilan tinggi,mungkin itu adalah kebanggaan tersendiri.Tapi,tidakkah mereka sadar bahwa memakai nama suami dan bahkan menghilangkan nama asli sendiri,adalah sangat berat.


Mengapa ? ini faktanya,
Suami kita adalah pribadi yang lain dari kita.Manusia berbeda dari kita,karena kita lahir dan orang tua berbeda.Kita hanya disatukan oleh sebuah pernikahan.Namun,pemikiran kita,tindak tanduk bahkan kepribadian kita tidak akan pernah menyatu bahkan sama.

Jadi,jika kalau kita dengan bangganya memakai nama suami hanya karena dia punya pangkat,apakah kita mampu mengimbangi kemampuan dia ? Suami kita adalah orang yang cerdas,disiplin,jujur,penuh wibawa misalnya.sementara kita sendiri dalam pergaulan berbanding terbalik dengan sikap suami kita atau minimal tidak punya sifat yang sama.

Jadi,ketika seseorang menyebut nama anda dengan nama suami,yang dibayangkan oleh mereka adalah suami anda yang hebat.sementara anda jauh berbeda,jadi yang akan dampaknya adalah suami anda.

"Lho,suami baik,bagus,pintar dan jujur,kok dia seperti itu," begitu sebuah pertanyaan yang saya dengar,ketika membandingkan seorang wanita yang memakai nama suami namun kelakuannya jauh dengan sang suami.

Bagi saya sendiri yang sangat mencintai suami.saya merasa tak perlu memakai namanya di belakang nama saya atau bahkan mengubah nama saya menjadi nama suami.Karena bagi saya,saya adalah saya,yang berpikir,bertindak dan berbicara sesuai kemampuan intelektual saya.

SO..jadilah diri sendiri.....namun tetap menghormati suami dengan perilaku kita yang baik dalam kehidupan sehari-hari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung