Loading

Senin, 14 September 2009

Sensasi Mudik

Mengapa sih harus mudik ? kenapa sih kalau tidak mudik ? apa harus mudik ? begitu sejumlah pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya dan mungkin anda yang merantau di kota lain.

Jika anda ditanya pertanyaan seperti itu ? apa jawaban anda ? Kalau saya akan memberikan jawaban,mudik itu banyak sensansinya hehehe...dan yang tidak pernah merasakan mudik adalah orang yang rugi,karena tak punya pengalaman lahir dan batin merasakan perjalanan yang penuh berbagai rasa.Pokoknya nano nano deh.


Bagi saya sendiri,sensasi mudik dimulai dari memburu tiket untuk mudik.Tanya ke agen travel sini,tanya sana,telepon sini dan telepon sana.Survei harga dan bandingkan harga.Pokoknya meski melelahkan,tapi menyenangkan meski akhirnya kadang kehabisan tiket karena kelamaan survei.Tapi masih banyak untuk mudik.Kalau tak dapat yang udara,ya lewat laut juga boleh.

Kemudian sensasi ,mempersiapkan oleh-oleh untuk keluarga di kampung.Khususnya oleh-oleh untuk ortu dan adik-adik.Berburu oleh-oleh,seperti pakaian di mall khususnya yang lagi diskon hehehe adalah pengalaman yang mengasyikan.

Kemudian persiapan pengepakan barang yang harus ekstra mengeluarkan jurus selip sana selip sini,karena koper dan tas sudah ga muat.Soalnya,demi membahagiakan keluarga,semuanya mau dibawa hehehe..



Sensasi lainnya adalah ketika berebut naik kapal (klu mudik naik kapal ya),soalnya penumpang kapal itu ga setertib pake pesawat.Jadi meski berdesakan,tetap enjoy karena dalam dada ada harapan besar bertemu keluarga.

Sensasi yang tak kalahnya selama dalam perjalanan.Seperti saya yang naik kapal dari Tanjungpinang menuju Dumai,biasanya akan menghabiskan waktu kurang lebih 6-8 jam.Pegel,capek,bosan bercampur jadi satu.Apalagi klu hiburan di kapal juga membosankan hehehe...

Tapi,lagi-lagi semua itu dinikmati dengan sebuah rasa yang tak bisa dilukiskan dan tidak membuat patah arang untuk kembali mudik tahun depan.Proses menunggu barang turun dari bagasi kapal saat sudah sampai di pelabuhan juga melahirkan sensasi tersendiri.

Perasaan was-was koper tertukar,hilang atau rusak adalah pengalaman tak terlupakan.Kemudian dilanjutkan dengan kekuatan ekstra yang entah datang darimana tiba-tiba kuat mendorong koper sambil menenteng tas oleh-oleh,kardus serta tas selempang.Padahal kalau hari biasa,kondisi itu mustahil dilakukan.Tapi,semangat mudik memberi kekuatan tersendiri.

Perjalanan belum usai,seperti saya dari Dumai harus menyambung dengan angkutan travel.Di luar pelabuhan sudah banyak orang yang mencari penumpang travel.Kondisi ini melahirkan sensasi tersendiri.Ada yang sok tahu jurusan kita dan kemudian malu hati ketika calon penumpang yang "paksa" naik ke travelnya ternyata bukan ke jurusan tersebut.

Kemudian perjalanan dari Dumai ke Padang juga punya sensasi lain.Mobil yang kadang melaju kencang,melahirkan perasaan khawatir namun berharap cepat sampai di rumah.Kantuk yang kadang tertahan karena gerah dan posisi duduk yang tidak nyaman juga adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Makin dekat menuju kampung halaman,rasa debat,senang,gembira menjadi satu.Tak sabar rasanya sampai di depan pintu rumah dan disambut hangat keluarga.

Sensasinya belum berakhir ketika koper,tas,kardus dibuka oleh keluarga dan berebut melihat oleh-oleh yang kita bawa,adalah sebuah kebahagian tersendiri.Meskipun oleh-oleh itu tidak mahal,tapi rasa senang dari wajah keluarga menghilangkan semua "perjuangan"mudik tadi.

Hmmm...sensasi apalagi ya ? masih banyak sih tentang pengalaman bertemu sanak saudara yang sudah lama tak bertemu,kawan-kawan lama waktu sekolah juga memberikan sensasi tersendiri.

Pokoknya mudik adalah ritual yang penuh rasa sensasi alias nano-nano.Beruntunglah anda yang masih diberi kesempatan merasakan mudik meski tidak tiap tahun.Selamat mudik,semoga lancar dan selamat sampai di tujuan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung