Loading

Kamis, 20 Agustus 2009

Dalam Beberapa Bulan Hidupku Berubah

Perempuan penulis, sastrawan perempuan dan penyair wanita kota tanjungpinang,kepri, ruziana
Saat menerima penghargaan juara 1 anugerah jurnalistik Pemko Tanjungpinang dari Ibu Suryatati A Manan

Tanpa saya menyadari, ternyata dalam beberapa bulan terakhir terjadi perubahan yang cukup besar pada diri saya. Bukan masalah ukuran tubuh ya hehehe...tapi dalam segi lain, khususnya aktualisasi diri. Memang sih, sebagai seorang kuli tinta, saya sudah dikenal oleh banyak orang. Tapi, dibalik semua itu, mungkin tidak mengenal lebih dalam siapa saya selain tentang profesi yang saya lakoni.

Mau tahu tentang apa saja yang telah membuat hidup saya berubah ? ok, dont worry saya akan jelaskan di bawah ini :
1.April 2009, saya menjadi juara pertama sayembara karya tulis jurnalistik.

Penghargaan yang diserahkan di depan banyak narasumber, sedikit banyak meningkatkan kepercayaan diri saya jika saya tidak akan lagi "dipandang sebelah mata" oleh mereka yang selama ini kadang masih melihat nama media, daripada kwalitas wartawannya.

2. April 2009 juga, saya dipercaya menjadi sekretaris umum Gabungan Organisasi Wanita Kota Tanjungpinang. Sebuah organisasi besar yang memwadahi semua organisasi wanita di kota ini. Jabatan yang selama ini tidak pernah saya pikiran, harus saya emban.
Perempuan penulis, sastrawan perempuan dan penyair wanita kota tanjungpinang,kepri, ruziana
Foto bersama dengan walikota tanjungpinang Suryatati A Manan
usai pelantikan pengurus GOW Tanjungpinang
 
Ada rasa kurang percaya diri karena saya belum lama bergabung dalam organisasi yang jelimet. Tapi, keinginan untuk mencoba dan belajar, membuat saya yakin jika saya bisa mengemban tugas tersebut.








3. Juni 2009 2009, bersama teman-teman yang tergabung dalam Kelompok Jurnalis Pecinta Satra (KJPS), untuk pertamakalinya saya menjadi MC sebuah acara yang ditonton oleh banyak orang, khususnya pejabat.

Pada kesempatan itu juga saya mendapat peran sebagai pembaca berita tv, yang ditampilkan online pada pementasan itu. Sebuah peran yang saya syukuri, karena setidaknya saya bisa memerankan dengan baik.
aktivis perempuan kota tanjungpinang,kepri,ruziana

Ketua panitia peresmian sekretariat PWI kepri, ruziana
Foto bersama pengurus PWI kepri dan Gubernur Ismeth Abdullah dan Wagub HM Sani
serta Wako Tanjungpinang Suryatati A.Manan
4.Juli 2009, untuk pertamakalinya saya dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana peresmian kantor PWI Kepri Sebuah tantangan yang harus saya terima, untuk membuktikan jika saya mau belajar, berusaha dan bisa melakukan apa yang ditawarkan orang. Alhamdulillah, meski agak dilanda stres, tapi saya bersyukur undangan ramai datang, dan gubernur Kepri langsung hadir.

Untuk pertamakali juga saya berpidato di depan para pejabat, unsur muspida serta undangan dari berbagai elemen. Ternyata, ada yang kagum dengan saya. Salah seorang humas BUMN menelpon saya dan menyatakan salut dan tidak mengira jika saya mampu jadi ketua panitia diantara banyak pria. Ada rasa bangga terselip menerima ucapan selamat tersebut.Tapi, saya tidak boleh ria.

5.Agustus 2009. Buku kedua saya diluncurkan dan mendapat sambutan hangat dari segmen pembaca khususnya anak-anak.Profil singkat saya pun muncul di media dan banyak pembaca yang memberikan respon positif.


6.Agustus 2009.Kembali bersama KJPS saya tampil dalam pertunjukan dramatisasi puisi.Peran sebagai ibu-ibu penjual gorengan mendapatkan applaus dari banyak pihak.

penyair perempuan tanjungpinang,kepri,ruziana




7.Agustus 2009.Untuk pertamakalinya saya tampil sepanggung dengan penyair terkenal dan artis Rieke Dyah Pitaloka di pelataran Ocean Corner Tanjungpinang. Ternyata hanya saya satu-satunya penyair yunior yang tampil pada waktu itu. Ada Rida K Liamsi, Teja Alhab,Suryatati A Manan, Abdul Muin HS. Sebuah pengalaman yang makin membuat saya tertantang untuk tampil kembali membaca puisi di depan umum.

Alhamdulillah,semua pengalaman itu adalah semangat bagi saya untuk terus mengaktualisasi diri sesuai kemampuan dan bakat yang saya miliki.

Banyak dukungan dan dorongan dari kawan dan kolega, tapi tak sedikit pula yang punya rasa kurang senang.Tapi itu bukan penghalang, tapi menjadi cemeti untuk terus maju dan lebih baik.
penyair perempuan tanjungpinang,kepri,ruziana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung