Loading

Sabtu, 14 Februari 2009

Lebih Sayang Buku Daripada Uang



Sejak dua tahun terakhir,saya mulau serius untuk koleksi buku.Sebelumnya saya lebih suka koleksi majalah wanita yang terbit dua kali sebulan.Kamar saya dulu pernah sumpek karena majalah sudah bejibun dan akhirnya dengan ikhlas saya berikan pada teman-teman dan tetangga, meski masih ada sebahagian yang disimpan.Sekarang saya cenderung pada koleksi buku khususnya novel, psikologi, motivasi, agama dan buku jurnalistik serta yang berkaitan dengan penulisan dll.Alhamudlillah,perlahan buku-buku itu sudah punya tempat terhormat, sebuah lemari khusus untuk menyimpannya.


Tak terasa lemari itu juga mulai penuh.Bagian sisi kiri dan kanan sudah terisi dengan buku novel, agama, psikologi dan jurnalistik.Bagian tengahnya juga sudah diisi dengan koleksi buku terbitan penulis lokal di daerah saya, termasuk dua buku hasil karangannku hehehe narsis.

Sedangkan bagian bagian bawahnya juga sudah diisi dengan koleksi buku atau modul UT hehehe....dan majalah-majalah lama dan resep makanan serta kue, yang dulu sering jadi bonus majalah.



Melihat koleksi buku dipajang rapi, saya selalu merasakan rasa sayang.Bahkan, lebih sayang daripada uang.Kalau ada teman yang meminjam, rasanya saya lebih memilih meminjamkan uang.Walau ga nyambung tapi tak apa-apa, karena uang bisa diganti, tapi kalau buku hilang, susah nyari gantinya.Kalau buku baru memang masih bisa, tapi kalau buku terbitan lama, bisa nangis mencarinya.Memang untuk meminjamkan harus melihat siapa orangnya dulu.

Saat ini ada tiga buku saya pada dua orang teman. Bahkan ada yang belum mengembalikan hingga 4 tahun.Bukunya tentang motivasi untuk menikah.Kata teman itu dia belum tamamt membacanya.hhhmmmmm....pantas saja ga nikah-nikah hehehe..ga ada motivasi sih..


Dua lagi adalah buku jurnalistik, dipinjam oleh teman yang baru kerja.udah dua tahun juga belum dikembalikan.Hmm..biar ajar dulu moga dua betul-betul memahami isi buku itu.

Tapi, bukannya saya juga tidak ada meminjam buku teman.Ada satu, tapi belum selesai dibaca.Karena bukunya memang jenis sastra kelas berat.Judulnya Salju di Kilimanjaro, sebuah novel yang meraih hadiah nobel sastra.Perlu keseriusan untuk bisa membacanya dan memahami isinya.

Awalnya tidak percaya waktu meminjam, sang teman udah mengingatkan tentang "beratnya" buku itu.Tapi karena penasaran akhirnya tetap ngotot, dan memang benar susah memahami isinya, tapi tetap penasaran.Jadi buku itu tetap bertengger di lemari buku saya hehehe...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung