Loading

Kamis, 05 Februari 2009

Heran..Kok Mereka Gila-Gilaan untuk Jadi PNS

Beberapa waktu lalu saya ketemu seorang teman.Dia bercerita mau membayar hingga puluhan juta kalau ada yang menjamin dia bisa jadi PNS.Haaaaa....kok ini orang seperti tidak memakai akal sehat.Untuk menjadi seorang PELAYAN masyarakat saja rela mengeluarkan uang sebanyak itu. Amit-amit jabang bibeh...

Pengakuan teman itu bukan sekali dua saja saya dengar. Banyak orang tua yang rela menjual atau menggadaikan rumah agar si anak bisa jadi pelayan masyarakat itu.Memang menjadi abdi negara adalah perbuatan baik, tapi kalau untuk mencapai tujuan itu sudah mencari jalan yang salah, wajar saja jika nanti setelah duduk sebagai PNS mereka berusaha mengembalikan uang yang sudah keluar tadi.Alih-alihnya ya KORUPSI....

Dua tahun lalu seorang teman juga harus kehilangan uang puluhan juta rupiah karena ditipu oleh sindikat penipuan PNS.Kini ia hanya bisa meratapi nasib dan bekerja keras agar rumah ibunya tidak disita bank, karena dulu diagunkan agar bisa menyogok untuk bisa jadi PNS, tapi ternyata hanya ditipu.

Kalau saya sendiri bukan munafik tentu juga ada minat untuk jadi PNS.Siapa sih yang tidak mau digaji setiap bulan, dapat tunjangan ini itu dan faslilitas lainnya.Tapi, menjadi PNS yang melalu jalur resmi alias tidak sogok menyogok.

Saya tidak habis pikir kok mereka tidak memilih membuka usaha saja dengan modal puluhan juta tadi daripada hanya untuk menyogok.Punya usaha sendiri kan lebih asyik, karena kita adalah bos bagi diri sendiri, bukan malah anak buah dan disuruh ini itu.

Kita juga bisa bekerja sesuai kemauan, tanpa diatur dengan jam kerja yang segala tetek bengek aturan.

Tidak hanya menjadi PNS, untuk menjadi tenaga honor di sebuah kantor instansi ternyata ada juga yang menyogok.Nauzubillah minzalik......ini orang mau-maunya dibodoh-bodohin..

Masa...bekerja sebagai honorer aja yang belum tentu terdaftar di sekretariat daerah alias hanya honor yang digaji oleh anggaran kantor saja mau-maunya nyogok.Emang apa sih bangganya pakai seragam kuning tua.

5 komentar:

  1. iya aku juga heran, klo aku males bgt deh hrs keluar uang duit banyak untuk hal yg blm pasti

    BalasHapus
  2. Kan kerjax ringan en pendapatanx gede khan Mba'..., hehehehe...

    BalasHapus
  3. bener jeng,kalo orang berjiwa wiraswasta sangat butuh tuh duit bisa diputar,liat tuh di tanjungpinang,kaum wiraswasta lah yang banyak punya CR-V tul gak,tapi kalo PNS yang punya wahhhh,mesti diselidikin tu

    BalasHapus
  4. Saya staff humas di Pemprov Riau. Menurut saya kalau dikatakan PNS itu kerjanya santai, tidak sepenuhnya benar. Teman-teman di humas kerjanya juga tidak mengikuti jam kantor biasa koq. Malah ada yang hampir setiap hari lembur (Bagian Pidato, Kameramen, Fotografer, Publikasi). Tapi kalau di kantor-kantor lain saya nggak tau. BTW saya masuk kesini walaupun belum masuk database tapi alhamdulillah tidak mengeluarkan rupiah sepeser pun.
    Salam kenal

    BalasHapus
  5. Iya jangan terlalu menggantungkan hidup pada pemerintah carilah usaha lain agar bisa mandiri.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung