Loading

Senin, 12 Januari 2009

Pegawai yang tidak melayani

Pegawai atau aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat, begitu kalimat yang sering didengung-dengungkan kepala daerah, saat memberikan arahan dihadapan para aparaturnya.Tapi, entah mengapa masih banyak pegawai yang belum sadar jika mereka adalah PELAYAN bukan HARUS DILAYANI MASYARAKAT ?! Seperti contoh keegoisan seorang pegawai di sebuah lembaga yang hanya mementingkan dirinya sendiri daripada masyarakat.

Hari itu saya berkunjung ke sebuah lembaga pemerintah,yang mana di sana terdapat sejumlah fasilitas publik salah satunya internet gratis.Kedatangan saya ke sana bukan untuk menikmati fasilitas internet gratis (soalnya punya fasilitas pribadi di rumah), melainkan mencari bahan bacaan alias buku.

Saat asyik memilih buku itulah, saya melihat seorang pengunjung yang baru datang langsung menuju deretan komputer yang memang disediakan untuk pengunjung untuk akses internet gratis.Tapi, seorang pegawai yang sedang asyik di depan komputer mengatakan, kalau fasilitas jaringan internetnya sedang rusak.

Kontan saja, sang pengunjung itu balik kanan turun ke lantai satu.Tapi, ada kejanggalan yang saya lihat kemudian.Ternyata pegawai itu sedang sibuk dan asyik membuka internet.

Lho, ada apa ini ? katanya jaringan internetnya rusak,tapi kok dia bisa main internet ?
Oke lah, kalau pun hanya satu jaringan internet yang bisa dipakai alias bagus, mengapa ia tidak memberikan fasilitas itu kepada pengunjung.Padahal itu adalah fasilitas publik, bukan fasilitas untuk kepentingan kantor itu yang tidak bisa digunakan oleh umum.Kalau untuk fasilitas kantor, jelas ada komputer yang disediakan di dalam ruangan khusus tersendiri.

Entah karena tatapan penuh heran dan muak saya melihat kelakuannya, sang pegawai itu tampak berusaha menutupi keegoisannya dengan pura-pura sibuk mengetik.Padahal jelas terlihat dari jarak beberapa meter kalau ia sedang chatting di YM.

Semoga dia hanyalah segelintir dari pegawai yang belum sadar akan status mereka yang harus melayani masyarakat.Kalau semua pegawai masih seperti dia, apa jadinya Indonesia ?









2 komentar:

  1. kayak nya tau deh tuh kantor...mang gitu kali kerjanya...wakaka

    BalasHapus
  2. ina to bothe : semoga cepat nyadar mereka para PELAYAN itu dgn tugasnya...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung