Loading

Selasa, 20 Januari 2009

Inspirasi dari Gola Gong




Selama ini saya sudah sering mendengar nama Gola Gong.Namun, membaca karyanya baru sekali yakni buku yang berjudul The Journey baru baru ini. Buku ini menceritakan pengalaman Gola Gong keliling asia dengan sepedanya.Tapi yang lebih mengharukan dan membanggakan, serta membuat kita (saya khususnya) menjadi malu pada diri yang normal adalah karena dia mampu berkeliling asia dengan sebelah tangan yang buntung. Selain itu ia juga menulis langsung pengalamannya selama dalam perjalanan dan mengirimkannya ke majalah demi membiayai hidup selama keliling asia.Sungguh "kekurangan dan kelebihan" ini baru saya ketahui saat membaca The Journey.



Dengan memohon maaf kepada mas gola gong dan keluarga.masalah kecacatan mas bukan yang saya tonolkan di sini, tapi memang harus saya ungkapkan.Karena saya sebagai seorang penulis yunior (karena baru dua buku ), saya merasa malu dengan diri sendiri yang kadang malas-malasan menuliskan banyak ide di benak saya.Padahal saya punya dua tangan yang utuh, punya waktu luang dan fasilitas mengetik yang cukup baik.

Dengan keterbatasannya itu mas gola gong bisa menghasilkan buku yang kemudian laris menjadi fillm Balada si Roy.Juga ada sejumlah buku lainnya yang juga laris, bahkan ia juga mengelola sebuah komunitas yang diberi Rumah Dunia.

The Journey telah menginspirasi saya untuk bisa rajin menuangkan ide menulis. Gola gong telah membuka mata saya lebih lebar, jika kekurangan fisik bukan hambatan untuk berkarya namun lebih dari itu yakni memberikan motivasi, inspirasi dan sebuah pencerahan kepada pembaca melalui karyanya.

Saat penggarapan buku itu mas gola gong sedang sakit. Semoga ia bisa diberi kesembuhan, sehat selalu dan bisa membahagiakan keluarga dan orang-orang di sekitarnya yang sangat mencintainya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung