Loading

Selasa, 11 November 2008

Perjuangan Ayah Meraih Haknya Menjadi Veteran

















Ayah mertuaku kini berusia 83 tahun.Ayah dulunya adalah pejuang kemerdekaan.Beliau berjuang melawan penjajah jepang pada tahun 1943 di Kalimantan Barat tepatnya di Pontianak sekitarnya.Tapi, sekarang ayah tidak berstatus veteran seperti pejuang lainnya.Sejak lama ayah sudah mengurus agar bisa menjadi veteran, tapi hingga sekarang belum juga tercapai.


Berbagai persyaratan sudah dipenuhi ayah, tapi entah mengapa begitu sulit ayah meraih haknya sebagai veteran. Bahkan tahun lalu ayah dengan kondisi yang sudah uzur dan kaki yang tinggal sebelah, harus pergi ke pontianak untuk mengurus surat-surat baru untuk pengurusan menjadi veteran. Ada rasa iba ketika melihat ayah dengan tongkatnya harus pergi mengurus surat2 itu ke pontianak.

Ayah tidak bisa diwakilkan karena memang harus yang bersangkutan yang harus datang ke sana.Bisa dibayangkan betapa beratnya perjuangan ayah guna meraih hak, tapi hingga saat ini ayah belum mendapatkannya.

Saya sebagai anak menantu sudah menawarkan ke ayah dan keluarga agar hal ini diangkat di media saja. tapi salah seorang anggota keluarga masih melarang, dengan alasan takut makin mempersulit pengurusannya. Padahal menurut saya harus disentil di media, agar pihak2 yang tidak serius membantu pengurusannya bisa lebih memperhatikan hak orang.

Hingga saat ini saya masih mengalah, tapi ketika kemarin pada peringatan hari pahlawan yang mana para veteran diundang dan bertemu gubernur, ada kesedihan di hari saya.Saya ingat dengan ayah yang masih terus berusaha menjadi veteran. Saya yakin ayah tentu ingin juga berada di tengah rekan-rekan  seperjuangan dulu di suatu upacara seperti hari pahlawan dan 17 agustus.

Saya juga yakin ayah juga ingin berfoto bersama kepala daerah, seperti foto temannya yang berfoto bersama bupati.Ayah cukup bangga menyimpan foto itu, meski ia sendiri tidak ada dalam foto itu.

Memperjuangkan haknya sebagai veteran bukan semata mengharapkan tunjangan. Bukan bermaksud menyombongkan diri,ayah bukan lagi mengharapkan materi.Karena ia sendiri bukanlah kekurangan.6 anak ayah sudah bekerja dan alhamdulillah dengan penghidupan yang baik.

Ayah dan mak juga tinggal dengan anak perempuannya yang juga hidup sangat mapan. Status veteran bagi ayah semata untuk hak yang harus diterimanya sebagai seorang pejuang di jaman kemerdekaan.
Ayah bukannya pamrih, tapi ketika hak itu ada tentu beliau ingin mendapatkannya seperti yang diterima teman2nya.

Kini sejak 10 tahun lalu hari-hari ayah diisi dengan membuat peci.Dengan mata yang sudah lamur, bahkan satu sudah tidak bisa melihat lagi, ayah tetap rajin berkarya.Peci buatan ayah bisa dilihat di sejumlah swalayan.

Kembali saya tegaskan, usaha ayah ini bukan karena ayah kekurangan uang. tapi ayah bukanlah tipe orang yang suka bermalasan-malasan. Selagi masih bisa dan ada waktu beliau selalu memanfaatkannya.Kata beliau, badannya akan sakit kalau hanya duduk-duduk saja.

Saat ini saya hanya bisa berdoa agar ayah sehat selalu dan bisa mendapatkan haknya sebagai seorang veteran. Saya ingin melihat ayah dalam seragam veteran dan kemudian ikut hadir pada peringatan hari pahlawan dan 17 agustus

Semoga saja usaha ayah membuahkan hasil pada tahun ini. Jika tahun depan belum juga, mau tak mau saya akan mengangkat masalah ini di media, semoga pihak2 yang terkait bisa membantu dan mempercepat prosesnya.Aamiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung