Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menabunglah Sebelum Menyesal


Masih banyak persepsi jika menabung hanya akan dilakukan ketika akhir bulan atau ada sisa uang belanja. Bahkan ada juga yang menganggap menabung hanya sebagai menitipkan uang sementara ke bank dan kemudian mengambilnya setiap saat. Endingnya pada akhir bulan saldo juga jalan di tempat, alias tabungan tidak bertambah. 


Wanita sebagai menejer keuangan keluarga, berperan penting dalam mengelola penghasilan keluarga, baik dari suami maupun diri sendiri. Tapi sangat disayangkan masih banyak wanita yang tidak menyadari hal itu dan bersikap seolah-olah hidup itu akan selalu indah dan bahagia seperti yang ia rasakan saat ini.

Seorang teman ketika saya tanya apakah anaknya yang berumur satu tahun sudah memiliki tabungan pendidikan, malah menjawab santai untuk saat ini yang penting bagaimana ketika anak sakit ia bisa membawa ke dokter dan membeli obat.

Apa yang dikatakan ia itu benar, tapi saya yakin ia tidak menyadari jika masa depan anaknya masih diantara hitam dan putih. Banyak contoh di sekitar saya yang membuktikan jika orang tua yang sebelumnya punya pekerjaan lumayan bagus, belum tentu bisa mencetak anak yang bisa menempuh kuliah atau mendapatkan pendidikan di jenjang lebih tinggi dengan baik.

Mengapa bisa begitu ? karena orang tua disaat anak masih kecil hanya sibuk memikirkan kebutuhan hari-hari, seperti makanan enak, baju bagus, mainan bagus, HP terbaru dan kendaraan bagus serta hal-hal konsumtif lainnya. Orang tua khususnya sang bunda lupa menabung dan investasi untuk pendidikan anak. Uang yang lebih dari cukup cenderung dihabiskan untuk sebuah prestise.

Ketika anak dewasa, orang tua sudah pensiun dan penghasilan pas-pasan. Tabungan tidak punya, sementara anak harus terus sekolah bahkan kuliah. Biaya pendidikan makin tinggi berbanding terbalik dengan penghasilan seorang pensiunan.

Hasilnya adalah anak tidak bisa kuliah. Kalaupun harus tetap bisa, orang tua harus masih tetap membanting tulang untuk anak di saat usia renta. Kalau anak cuma satu atau dua mungkin masih mudah. Tapi ketika anak lebih dari tiga, dipastikan tidak semua anak bisa menginjak bangku kuliah.

Contoh di atas sudah punya banyak bukti di lingkungan saya. Mereka dulunya adalah orang-orang menengah ke atas, tapi status itu berbanding terbalik dengan nasib anak mereka karena kelalaian orang tua mempersiapkan masa depan.

Meski hanya sebesar Rp 100 ribu per bulan, pastikan uang itu tersimpan utuh terus menerus di tabungan, terus ditambah tanpa dikurangi, kecuali untuk keperluan yang betul-betul mendesak.

Jika anda menabung uang sebesar itu sejak anak berusia satu bulan hingga anak menamatkan SMA, setidaknya uang yang terkumpul sekitar Rp 20 jutaan itu dan tentu bisa meringankan beban Anda saat anak masuk kuliah. Kalau anda punya penghasilan lebih besar, tentu bisa menabung lebih besar lagi, sehingga jumlah uang untuk masa depan anak juga lebih besar.

Menabung tidak hanya di rekening pribadi, bisa melalui berbagai cara seperti investasi melalui emas dalam bentuk logam mulia yang bisa dicicil dan ditabung di sejumlah bank. Banyak pilihan tempat untuk menabung dan itu semua tergantung kemauan. 

Salah satu tempat menabung yang bisa menjadi pilihan Anda adalah Tabungan Jenius. Jadi Tabungan Jenius merupakan rekening yang simpel dan bisa diakses langsung melalui aplikasi. Dengan satu rekening untuk kemudahan transaksi Anda tidak perlu punya banyak akun untuk mengelola keuangan.

Yap, Anda hanya perlu 1 akun untuk melakukan berbagai aktivitas perbankan, seperti kirim uang, bayar tagihan, menabung, mencetak bank statement hingga buat deposito berjangka. Semua itu bisa dilakukan cuma dari smartphone, tidak perlu ke bank dan tidak perlu banyak membuang waktu.

Intinya, berapapun penghasilan anda usahakan tetap menabung. Dari Anda oleh Anda dan untuk masa depan keluarga Anda. 
















2 komentar untuk "Menabunglah Sebelum Menyesal"

  1. wah bener banget mbak....tapi susah loh untuk merealisasikannya...cuma aku dah punya caranya...ikut TRM aja di mandiri, jadi uang kita akan di autodebet tiap bulan....gak berasa kan...kalo di-niatin utk ditabung malah susah loh...gak tau kenapa..dasar emak2...hehehehe

    BalasHapus
  2. benar mba nia.Saya juga ikut TRM kok..selain itu saya juga masih na bung di celengan hehehe..meski cumA 50 RIBU /bulan, tapi lumayan nanti diambil pas mau lebaran.nambah 2 untuk kirim ke kampung untuk adik2.

    BalasHapus

Berlangganan via Email