Loading

Kamis, 11 September 2008

Belajar dari nenek

Waktu kecil aku menilai nenekku adalah orang yang pelit
kalau aku berkunjung ke rumah nenek dan disuruh makan, pasti lauknya dibatasi
begitu juga kalau ia membuat penganan, kami cucu-cucunya pasti dibatasi makannya
semua perlakuan nenek itu aku anggap keterlaluan..

tapi..nenekku malah suka memberi kepada orang lain
seperti kepada pekerja bangunan yang ngekos dekat rumah
ia sering memberikan lauk atau makanan lainnya
bahkan kepada tentara yang sedang berlatih dan berjalan puluhan kilometer, nenek juga rela sembunyi-sembunyi memberikan gula merah...

sungguh terlalu....begitu aku berkomentar melihat sikap nenek yang lebih mementingkan orang lain..

pernah aku protes melihat sikap nenek..
nenek bilang, ia melakukan semua itu demi mengharapkan balasan dari Tuhan
balasannya juga bukan untuk dia..tapi untuk anak dan cucu..
"suatu saat nanti mana tahu anak dan cucuku merantau ke negeri orang, aku hanya berharap Tuhan membantu mereka melalui tangan orang lain.Jadi dari sekarang aku harus banyak membantu orang lain," begitu jawab nenek waktu itu

sebagai anak kecil, aku mengganggap jawaban nenek tidak masuk akal
bahkan aku bilang, jika aku tidak akan pernah merantau..

tapi.....dua belas tahun kemudian...
ucapan nenek terbukti..
saat aku merantau..
aku yang pernah mengalami kesusahan dibantu oleh teman
saat itulah aku ingat kembali dengan kata nenekku..

tidak hanya sekali, tapi beberapa kali..
sejak saat itu..aku ikut mencontoh sikap nenek.
aku sering membantu orang lain hanya dengan harapan balasan dari Allah..
karena seiring pemikiranku yang makin dewasa, aku tahu..siapa yang menanam kebaikan pasti akan memetik hasilnya..
jika tidak melalui dia sendiri, pasti melalui anak, cucu atau keluarganya..

Terimakasih nenekku..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar, tapi asal tetap dengan bahasa yang baik dan santun ya. Terimakasih sudah berkunjung